Diduga dikerjakan asal-asalan, Rehabilitasi Afvour Jaringan Irigasi Sumber Banji, Retak Sana-Sini

Lumajang | mmc co.id
Proyek rehabilitasi afvour jaringan irigasi Sumber Banji dikerjakan oleh CV. Amanah dalam bentuk penunjukan langsung (PL). Proyek tersebut diduga dikerjakan dengan asal-asalan dan tidak sesuai spesifikasi.

Di LPSE tertera, proyek rehabilitasi afvour jaringan irigasi Sumber Banji di anggarkan dengan dana APBD senilai Rp. 179.880.00, dan dianggap penting untuk mendukung pertanian di daerah ini.

Masyarakat sekitar afvour sumber banji yang berlokasi di dusun Pondok Telo, Banyuputih Lor, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang merasa aneh dengan hasil pekerjaan pasangan batu jaringan sumber banji karena hasil pekerjaan nampak tidak maksimal dan terkesan asal-asalan. “coba mas lihat sendiri hasil pekerjaannya, itu masih baru, sudah banyak yang retak-retak, mungkin bahannya di kurangi mas,” ujar seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Dilokasi juga tidak di temukan papan nama proyek rehabilitasi afvour jaringan irigasi sumber banji sehingga terkesan tidak transparan dan hal ini bertentangan dengan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Dari Hasil investigasi yang dilakukan awak media di lokasi pekerjaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi sumber banji (Jumat, 01/09/2023), ditemukan bahwa pekerjaan pasangan batu terkesan asal-asalan. diduga Pekerjaan dilakukan dengan pengurangan spesifikasi untuk memperoleh keuntungan secara pribadi atau kelompok tanpa memperhatikan kualitas pekerjaan yang seharusnya.

Pekerja dilokasi kepada awak media mengatakan, “bagian yang ini (sambil menujuk satu bagian sisi pasangan) memang menumpang pada pasangan lama, kalo yang lain, dari nol semua, “ucapnya.

Sehubungan dengan banyak retakan dan pekerjaan yang tidak maksimal, pekerja tersebut tidak menjawab, hanya diam saja.

Pengamat bangunan mengomentari finishing pekerjaan nampak pucat dan terlihat kasar seperti dikuas kuas untuk menutupi banyaknya retakan di permukaan, tidak rapi, banyak retak disana sini, urukan untuk menutup bagian bawah pasangan dari sisi luar kurang maksimal sehingga terlihat brantakan.

“Dugaan pengurangan spek nampak jelas dari hasil pekerjaan ini, intinya pelaksana dari proyek ini hanya mengedepankan untuk memperoleh untung besar, sehingga diduga  tidak dikerjakan sesuai spesifikasi yang ada di rab,” tegasnya.

Lemahnya pengawasan dari dinas terkait, menyebabkan abainya pelaksana terhadap pekerjaan yang di laksanakan, hal ini tentu merugikan anggaran yang hanya di keruk oleh segelintir orang untuk kepentingan pribadi.

Hingga berita ini rilis pihak pelaksana masih belum bisa di konfirmasi baik secara langsung maupun via seluler.

Pemerintah daerah diharapkan untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek rehabilitasi jaringan irigasi ini. Transparansi dan partisipasi publik dalam proses tersebut dianggap penting untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan dana APBD yang tepat sasaran.

bersambung
(TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *