Komentar Wakil Komnasdik Kabupaten Lumajang, Tentang Darurat Bullying Di Dunia Pendidikan Saat Ini

Lumajang | mmc.co.id

 

Beredarnya video bullying siswa SMP sempat viral di media sosial pekan lalu, mendapatkan perhatian khusus dari pihak terkait termasuk dunia pendidikan. Agar hal semacam itu tidak terjadi lagi oleh pelajar.

 

Pendidikan bagi penerus bangsa sangatlah penting. Dengan demikian Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan ( Kemdikbud ) memberikan sosialisasi ataupun himbuan kepada kepala daerah agar tidak ada lagi anak yang putus sekolah di daerah masing-masing. Tentunya ada pendekatan ke masyarakat terus menerus.

 

Kasus perundungan adalah momok bagi orang tua wali murid, membuat ganguan psikologis anak terganggu. Permasalahan itu membuat Sekda Kabupaten Lumajang angkat bicara. Untuk permasalahan di provinsi Jawa Barat.

 

Pemerintah daerah lumajang,secara umum sudah memberikan arahan kepada seluruh kepala sekolah agar memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada para siswanya betapah pentingnya jiwa sosial pertemanan.

 

Melalui guru bagian kesiswaan ( BK ) diharapkan ada pendekatan khusus siswa yang mungkin butuh perhatian dengan demikian tidak ada kasus bullying ataupun perundungan di kabupaten lumajang.

 

Himbuan bagi masyarakat lumajang permasalahan ini tanggung jawab kita semua,bukan hanya pemerintah daerah saja. Mari kita semua membangun karakter anak lebih baik. Memberikan pesan pesan moral lebih mendidik,”ucap Agus Triono selaku sekda lumajang. 02/10/2023

 

Sementara itu,Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kabupaten Lumajang Drs. Agus Salim, M.Pd,” Saat dimintai komentarnya dalam kasus bullying terjadi pekan lalu di sebuah sekolah di daerah cilacap, bagaimana pendapat kepala dinas pendidikan kabupaten lumajang dan bagaimana pencegahannya? Soal bullying atau perundungan menurutnya kita semua merasakannya, peran aktif guru maupun orang tua,” ungkapnya

 

Sebenarnya banyak faktor terjadinya bullying di sekolah khususnya, misalnya iri hati, faktor sosial, kesenjangan sosial, soal anak pintar juga kadang ada perundungan.hal yang terjadi di Jawa Barat itu perlu secepatnya di sikapi. Terus bagaimana lumajang untuk menyikapi pencegahan bullying.

 

Ada berapa program dindik upaya pencegahan bullying. Ini sudah cukup lama kita gulirkan, satu contoh program sekolah ramah anak. Bagaimana sekolah bisa mendisain program sekolah menjadi ramah. Kita juga mengulirkan gerakan sekolah mengaji ( GSM ). meningkatkan ketakwaan Anak-anak ke Tuhan Maha Esa untuk semua agama tidak terkecuali, mendidik anak berakhlakul karimah, mencoba bagaimana mendesain anak agar mempunyai sopan santun,termasuk pencegahan bullying.

 

Kita juga punya program sekar sari, Sekolah berkarakter Sehat, Aman, Rapi dan Inovasi, kata Aman ini tentunya bukan bullying saja termasuk aman dari bahaya narkoba, bebas kekerasan, bebas tawuran antar pelajar dan lain-lain, program ini sudah berjalan.

 

Alhamdulillah Lumajang sampai saat ini kondusif, mudah – mudahan tidak terjadi yang tidak diharapkan. Sosialisasi juga terus kita sampaikan setiap pertemuan dengan kepala sekolah, dengan guru kita gulirkan. Saya sampaikan agar sekolah benar-benar menjadikan sekolah siswa.

 

Pemberdayaan Bimbingan Konselling dari Guru kepada anak-anak, terus berupaya, begitu juga upayah dengan pelaksanaan trantib sekolah ini juga pencegahan tidak terjadi bullying, Insyallah Lumajang sudah berjalan, tuturnya.

 

Orang tua wali murid sudah kita sampaikan lewat rapat-rapat komite, termasuk dengan pihak kepolisian, juga bersinergi dengan BNN Kabupaten Lumajang. Tentunya kita masih monitoring, konterol, awasi, kita tetap ingatkan kepada sekolah-sekolah, tetap mengawal program Sekar sari, GSM dan lain-lain. Dalam pesan singkat Whatsapp Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kabupaten Lumajang.

 

Wakil komnasdik Kabupaten Lumajang, Mochamad Misdi, SH.Mh, menegaskan perbuatan bullying di sekolah adalah sesuatu yang berbahaya dan harus dicegah.

 

Hal itu dikemukakannya berkaitan dengan kasus bullying siswa sekolah yang terjadi di Cilacap, untuk pencegahan tingkat, SD, MI, SMP, SMA,harus diadakan sekolah ramah anak, seperti yang sudah di lakukan oleh Dinas Pendidikan & kebudayaan, Kabupaten Lumajang.

 

Jadi bullying bukan sesuatu yang biasa, jangan sampai ada tindakan kekerasan sesama teman di lingkungan sekolah,” ujar Misdi saat dihubungi via tlfon.Ia mengatakan praktik-praktik bullying bukan hanya fisik kadang juga nonfisik. Misalnya, berkata kasar atau bahkan perundungan di dunia maya (cyber bullying).

 

“Pihak sekolah harus punya channel untuk mengadu jika peserta didik terkena masalah, selain itu guru BK harus beda, jangan jadi killer terus ditakuti tapi menjadi teman yang baik bagi peserta didik,”kata Misdi.

 

Misdi juga menyoroti peran orang tua dalam mencegah bullying di sekolah.

 

Menurutnya orang tua harus menciptakan suasana rumah yang menyenangkan dan membahagiakan bagi anak-anak, bukan menekan atau membully mereka, yang kemungkinan akan melampiaskan ke teman sejawatnya.

 

“Jadi supaya membentuk mental anak dari kecil, maka bisa PAUD sehingga punya jiwa kreatif, karena seorang anak dalam keadaan tertekan tidak mungkin jadi kreatif,” ucapnya.

 

Misdi mengimbau agar orang tua membangun komunikasi dan kedekatan dengan anak-anaknya.

 

Orang tua harus mengetahui masalah yang dihadapi anak, termasuk jika mereka mengalami bullying di sekolah.

 

“Sebagai orang tua kita harus punya komunikasi yang lebih tertata dan percaya dengan anak. Orang tua harus berubah jadi teman bagi anak-anak,” tuturnya.

 

Misdi menambahkan pemerintah juga telah melakukan assesment terhadap sekolah-sekolah terkait isu bullying.

 

“Jika ada sekolah yang terbukti melakukan bullying, maka rapor mereka akan merah. Tetapi jika sekolah terlihat menyenangkan biasanya prestasi anak lebih bagus,” jelasnya.

 

(sin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *