FGD DPRD–Media Lumajang: Dorong Kolaborasi, Transparansi, dan Pemerataan Informasi Publik

  • Bagikan

Lumajang |MMC.co.id

DPRD Kabupaten Lumajang menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Menguatkan Kolaborasi DPRD dan Media untuk Peningkatan Keterbukaan Informasi Publik”. Acara ini menghadirkan tiga panelis utama, yakni Ketua DPRD Lumajang Oktafiyani, S.H., M.H., Wakil Ketua II DPRD Solikin, serta Sekretaris DPRD Mahfud.

 

FGD tersebut dihadiri oleh berbagai organisasi wartawan di Kabupaten Lumajang, antara lain Forum Jurnalis Independen (FORJI), Forum Jurnalis Lumajang (F-Jinlu), Ikatan Wartawan Lumajang (IWL), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT). Kehadiran lintas organisasi ini menjadikan forum semakin dinamis dan representatif.

 

Memasuki sesi tanya jawab, diskusi berlangsung semakin kritis. Sejumlah jurnalis dari berbagai media mengangkat persoalan yang selama ini dirasakan dalam hubungan antara lembaga dan media.

 

Dodik S. dari Globaltoday sekaligus Wakil Ketua FORJI menyoroti isu konflik kepentingan dalam penyampaian informasi publik. Ia menegaskan perlunya standar etika dan transparansi agar tidak terjadi ketimpangan atau keberpihakan dalam distribusi informasi.

Bawon Sutrisno, S.Sos | Ketua Forum Jurnalis Independen      (foto : mmc.co.id)

Sementara itu, Anang dan Bawon Sutrisno selaku Ketua FORJI menyoroti masalah ketimpangan kerja sama pemberitaan yang dinilai hanya melibatkan sebagian media dari tahun ke tahun. Mereka meminta DPRD dan jajaran sekretariat untuk meninjau ulang pola kerja sama agar lebih merata, terbuka, dan tidak menimbulkan kecemburuan antar-perusahaan media.

 

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Oktafiyani memastikan bahwa pihaknya berkomitmen membangun kolaborasi yang lebih sehat dan terbuka dengan seluruh media. Menurutnya, media merupakan mitra penting untuk mewujudkan pemerintahan yang transparan serta meningkatkan kualitas layanan informasi publik.

 

Wakil Ketua II DPRD Solikin menambahkan bahwa pihaknya terbuka menerima kritik dan masukan demi memperbaiki pola kemitraan. “FGD ini bukan hanya dialog, tetapi langkah awal untuk membangun sistem komunikasi yang lebih adil dan profesional,” katanya.

 

FGD ditutup dengan kesepahaman bahwa kolaborasi DPRD dan media harus terus diperkuat dengan prinsip transparansi, pemerataan, serta keterbukaan. Para jurnalis berharap forum serupa dapat digelar secara berkala agar hubungan lembaga publik dan media semakin sinergis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat Lumajang.

(sin)

Penulis: sinEditor: Biro
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *