Lumajang | mmc.co.id
Puncak Mahameru kembali menujukkan aktifitasnya mengeluar abu fulkanik dengan semburan berskala cukup besar, dari kamera CCTV dengan ketinggian abu vulkanik mencapai 14.003 kaki atau 4.376 meter kemaren pada Kamis (11-01-2024).
Dinyatakan semburan abu vulkanik bergerak dari arah utara ke barat laut dengan warna putih hingga abu-abu sekira pukul 08.16 WIB, tercatat di Pos Pantau Gunung api Semeru. “Kondisi tersebut bisa disebut cukup membahayakan bagi penerbangan seiring dikeluarkannya kode penerbangan berwarna orange,”Jelas petugas pos pantau.(12-01-2024)
12 jam terakhir, keadaan Gunung Semeru terpantau mengalami 9 kali letusan yang disertai guguran abu vulkanik dengan kekuatan sedang hingga besar. Beberapa saat setelah itu, awan panas guguran kembali keluar dengan jarak luncur mencapai 1 kilometer lebih. Warga masayarakat sekitar lereng semeru dan sungai Kobokan dihimbau dan diharap untuk selalu waspada.
Tertangkap layar video erupsi gunung Semeru yang direkam oleh warga lokal, pada hari Kamis (11-01-024) sangat mengkawatirkan perlu adanya kewaspadaan karena gunung semeru keadaannya tidak dapat diprediksi.
Dengan adanya situasi peningkatan aktivitas Gunung Semeru tersebut, PVMBG mengeluarkan rekomendasi agar warga tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 13 kilometer dari puncak gunung Semeru dan 500 meter dari sepadan sungai sepanjang 17 kilometer karena berpotensi terjadi perluasan awan panas guguran gunung semeru.
(sin)












