Kalaksa BPBD Lumajang, Patria Dwi Hastiadi, saat di temui diruang kerjanya kepada media ini mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil asesmen, setidaknya 18 desa di 7 kecamatan mengalami krisis air bersih. “Titik-titik yang menjadi prioritas adalah daerah yang dilaporkan masyarakat dan desa sebagai wilayah yang paling kesulitan mendapatkan air bersih,” ujarnya, Kamis (08/08/2024).
Untuk mempercepat pendistribusian air bersih, BPBD telah mengerahkan 9 tangki air, 5 tangki milik pemerintah daerah, yang 4 tangki milik pihak swasta yang bantuan dari pemerintah provinsi. “Dengan adanya tambahan armada, proses droping air bersih bisa lebih efektif dan menjangkau lebih banyak warga,” tambah Patria.