“Melalui program Srikandi Sahabat Anak, kami tidak hanya menyentuh siswanya, tetapi juga memberdayakan tenaga pendidiknya. Guru adalah ujung tombak pendidikan; jika guru menguasai AI dan Coding, maka proses transfer ilmu kepada anak-anak akan jauh lebih akseleratif. Kami bangga dapat berkolaborasi dengan UNESA untuk mewujudkan hal ini,” tutur Gina.
Menanggapi inisiatif tersebut, Kepala Sekolah SDN Kebraon 1 Surabaya, Hartatok, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas kepedulian PLN UIP JBTB terhadap masa depan anak didiknya.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PLN UIP JBTB, para Srikandi, dan UNESA. Bantuan sarana pendidikan serta ilmu Coding dan AI ini adalah hal yang sangat baru dan dibutuhkan di sekolah kami. Ini bukan sekadar pelatihan, tapi merupakan batu loncatan bagi siswa dan guru kami untuk naik kelas ke taraf digital. Semoga program ini menjadi berkah dan berkelanjutan demi kemajuan pendidikan di Surabaya,” ujar Hartatok.
Tim ahli dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) hadir memberikan materi yang disesuaikan dengan kurikulum sekolah dasar. Pelatihan bagi siswa difokuskan pada logika berpikir coding melalui metode yang interaktif, sementara bagi guru difokuskan pada pemanfaatan AI untuk efisiensi administrasi guru dan pengembangan media pembelajaran kreatif.
Selain pelatihan, PLN UIP JBTB juga menyerahkan bantuan sarana pendukung pendidikan untuk menunjang fasilitas laboratorium komputer sekolah, sehingga praktik coding dan eksplorasi AI dapat terus dilakukan secara mandiri oleh warga sekolah setelah pelatihan berakhir. (@dex)











