Merangin mmcnews.id mendapat laporan dari kepala rombongan tukang bangunan proyek SLB yang berinsial Ag, yang mana Ag ini menceritakan masalah gaji mereka selama dua Minggu tidak dibayar oleh kontraktor pekerjaan proyek SLB dikabupaten Merangin sebanyak Rp:16 juta lebih.
Senin 17-10-2022. kita turun langsung ke sekolah SLB di Merangin dan bertemu langsung bersama rombongan tukang bangunan yang anggotanya kurang lebih 9 orang, mereka menceritakan permasalahan gaji mereka yang belum dibayar oleh kontraktor pekerjaan proyek, dan mereka menceritakan masalah bangunan proyek SLB yang mereka kerjakan tidak mengunakan pondasi pasangan batu kali, padahal didalam gambar pekerjaan harus memakai pondasi pasangan batu kali!.
Mendapat laporan ini, kita mencoba menjumpai kepal sekolah SLB pak Jon diruangan beliau, didalam ruangan kita menceritakan semua persoalan bangunan proyek SLB yang dimaksud, terkait masalah belum dibayar nya gaji tukang bangunan selama dua Minggu bertutur turut, oleh kepsek langsung menelfon kontraktor proyek ini, sore harinya gaji tukang bangunan beserta rombongan dibayarkan oleh pihak kontraktor proyek, malam itu juga semua rombongan pekerja ini meninggalkan lokasi proyek.
Pekerjaan ini sempat stop beberapa Minggu, dikarenakan lagi mencari tukang untuk melanjutkan pekerjaan yang tertunda ini, setelah beberapa Minggu baru dikerjakan lagi dengan tukang bangunan yang baru.
Rabu 30-11-22 kita menghadap Sekdis pendidikan provinsi Jambi bapak M Syahran dikantor, kita menceritakan semua temuan kita di SLB negeri Merangin bersama Syahran, termasuk masalah tidak memakai pondasi batu kali ini, jawab Syahran nanti kita sampaikan sama orang yang membidangi pembangunan proyek ini.
Senin 20-02-2023 kita mendatangi kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jambi untuk menjumpai ibu Euis Novitasari diruangan beliau, ibu Euis Novitasari ini membidangi (KPA) kuasa pengguna anggaran, kita menceritakan persoalan masalah pembangunan proyek SLB negeri di Merangin, lalu menyerahkan semua bukti berkas temuan kita dilapangan sama ibu Euis, dan saran ibu Euis, “berkas ini ditinggalkan saja dulu nanti mau dikordinasikan sama pihak kepala sekolah SLB yang bersangkutan” Sampai berita ini diturunkan, belum juga ada jawaban dari pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. (ZOEL)












