Terkait Dugaan Pemerasan, Kasat Reskrim Pastikan Tindak Tegas Pelaku Kejahatan

Selain itu Nursalim juga mengatakan bahwa belasan orang yang datang itu mengaku gabungan dari wartawan, TNI, dan Polri. “Bahkan beberapa pekerja mau diajak ke Polres dan dimasukkan kedalam mobilnya,” Ungkap Nursalim.

“Mereka datang dengan mengendarai 3 unit mobil avansa,” lanjut Nuralim.

Lokasi pengolahan atau pangkalan minyak ini diduga ilegal, sehingga mereka para oknum wartawan tersebut akan membawa mereka ke jalur hukum di Polres Bojonegoro, selain itu para pekerja sempat dibuat ketakutan dan selanjutnya mereka meminta uang sebesar Rp. 100 juta, hingga terjadi tawar menawar, menurut kemampuan Nuralim menawar hingga mencapai angka Rp 30 juta dan kemudian uang tersebut ditransfer oleh Norsalim ke salah satu rekening oknum wartawan tersebut.

“Yang mentransfer uang tersebut langsung bos saya pada tanggal 25 Desember 2023, kami memang sangat ketakutan karena hanya pekerja dan mereka mengaku anggota Polisi dan juga ada yang menggunakan celana Loreng yang katanya dari anggota TNI,” Terang Nuralim.

Video ulah oknum wartawan yang datang ke lokasi pangkalan minyak tersebut sempat masuk ke akun wathsapp redaksi MMC, tampak mereka sedang sibuk dilokasi pangkalan minyak di Kecamatan Kedewan tersebut.

Sementara itu, terkait adanya seseorang yang menggunakan celana loreng yang ikut datang bersama para oknum yang mengaku wartawan ini masih belum dapat dipastikan apakah TNI gadungan atau TNI aktif.

Pasintel Kodim 0813 Bojonegoro, Kapten Eeng Mamuro ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan jika pihaknya telah melakukan penyelidikan terhadap salah satu orang yang menggunakan celana doreng yang ikut dalam pemerasabn ersebut, apakah merela benar TNI aktif atau gadungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *