Ket foto; Abdullah aktivis Blega saat ditemui dikediamannya
Bangkalan|| MMCMadura, Abdullah pegiat anti korupsi dikabupaten Bangkalan meminta Aparat Penegak Hukum agar memanggil kepala sekolah SMPN 1 Blega.
Abdullah mengungkapkan, dirinya berharap ada kejelasan hukum dan meluruskan informasi yang beredar dimasyarakat terkait dugaan korupsi dana bos di dunia pendidikan itu.
” Saya meminta APH, kejaksaan maupun kepolisian untuk memangil kepala sekolah SMPN 1 Blega. Agar berita yang beredar tidak liar.” Ungkap nya penuh harap. Saat ditemui dikediamannya pada Rabu, (12/03/25).
Dikatakan Abdullah, dirinya mengaku sangat prihatin bagaimana Korupsi di sektor pendidikan terjadi dan menjadi masalah serius yang dapat menghambat kemajuan pendidikan di Indonesia khususnya dikabupaten Bangkalan.
” Ini Masalah yang sangat serius dan segera diselesaikan oleh kejaksaan maupun kepolisian. Agar memanggil kepala sekolah maupun kepala dinas pendidikan. Apalagi Maslaah ini pernah viral.” Kata Abdullah.
Selain itu Abdullah akan melakukan langkah pengaduan masyarakat terkait hal itu. Untuk mengatasi masalah korupsi di sektor pendidikan, diperlukan peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran pendidikan. Selain itu, perlu dilakukan peningkatan kapasitas pengelolaan anggaran dan pengawasan yang lebih ketat.
” Saya ikut prihatin dalam dunia pendidikan, dalam dekat ini saya akan melakukan pengaduan kepada APH. Mari semua pihak untuk melakukan pengawasan apalagi terkait dana BOS.” Pungkasnya mengakhiri.
Perlu diketahui publik sebelumnya pernah diberitakan di media terkait hal itu dengan judul ” Diduga Terjadi Korupsi Dana Bos Di SMPN 1 Blega, Humas Terkesan Menutupi”.