Dapur Wulan Hadirkan Makan Bergizi Gratis, Sasar 2.698 Siswa di Rowokangkung

  • Bagikan

Lumajang |MMC.co.id

Badan Gizi Nasional Republik Indonesia (BGN) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rowokangkung 02 resmi melakukan launching perdana pada Senin, 2 Februari 2026. Berlokasi di Desa Kedungrejo, Kecamatan Rowokangkung, dapur gizi yang dikelola Yayasan Nurul Islam (YANURIS) – Dapur Wulan ini menjadi wujud nyata transformasi lahan kebun pisang menjadi pusat pelayanan gizi anak bangsa.

SPPG Rowokangkung 02 yang memiliki ID Mitra BQXKTL dan ID SPPG 9MA164SG dibangun dari nol di kawasan Pondok Kobong, Gang Merpati, Desa Kedungrejo. Dapur ini dilengkapi dengan tiga unit mobil operasional bertuliskan “Ompreng Racing” sebagai sarana distribusi makanan bergizi ke sekolah-sekolah penerima manfaat.

Pada tahap awal operasional, SPPG Rowokangkung 02 meng-cover tiga desa, yakni Kedungrejo, Sumbersari, dan Nogosari, dengan total 29 lembaga pendidikan mulai dari KB, TK, SD/MI, SMP, MTs hingga MA. Program ini menargetkan 2.698 penerima manfaat, dengan dropping awal sebanyak 1.605 porsi.

Sri Wulandari Yurike R, selaku Person In Charge (PIC) Mitra SPPG Rowokangkung 02, menyampaikan bahwa kehadiran Dapur Wulan merupakan bentuk komitmen mendukung program strategis pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami berkomitmen menyediakan menu sesuai juklak dan juknis Badan Gizi Nasional. Harapannya, siswa penerima manfaat dapat menikmati makanan yang sehat dan bergizi. Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi dukungan sehingga Yanuris Dapur Wulan bisa launching hari ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Rowokangkung 02, Hafsah Zsasa Febianty, dalam sambutannya menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari Asta Cita Presiden RI dalam mewujudkan Indonesia Emas melalui generasi yang sehat dan berkualitas.

“Dengan beroperasionalnya SPPG Rowokangkung 02, kami sangat mengharapkan dukungan semua pihak agar program ini berjalan optimal dan tepat sasaran, serta memberi dampak positif terutama bagi anak-anak,” tuturnya.

Mobil operasional Ompreng Racing Yanuris Dapur Wulan                                               (foto:mmc.co.id)

Acara peresmian ini turut dihadiri unsur Forkopimcam Rowokangkung, Kepala Desa, Kapolsek, Danramil, perwakilan Dinas Kesehatan dan Puskesmas Rowokangkung, HIPMI Lumajang, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Rowokangkung, Nira, menekankan pentingnya efek berganda (multiplier effect) dari kehadiran SPPG di wilayahnya.

“SPPG ini harus melibatkan masyarakat sekitar. Alhamdulillah, warga yang sebelumnya tidak bekerja kini bisa ikut berperan. Ke depan, BUMDes dan pelaku usaha lokal diharapkan dapat bekerja sama dalam suplai kebutuhan dapur. Ini sesuai harapan Presiden Prabowo, agar program ini benar-benar memberi manfaat luas,” tegasnya.

 

Ia juga mengingatkan agar pengelolaan dapur gizi dilakukan secara profesional, terutama terkait kebersihan, keamanan pangan, dan ketepatan waktu distribusi, guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan seperti kasus keracunan makanan.

Dari sisi teknis gizi, Febri Adhandi, selaku Ahli Gizi Dapur Wulan, menjelaskan bahwa porsi makanan dibedakan menjadi porsi kecil untuk anak PAUD hingga kelas 3 SD, dan porsi besar untuk siswa kelas 4 SD hingga SMA.

Secara rinci, porsi besar mengandung 150 gram nasi, 50 gram sayur, serta lauk hewani dan nabati yang seimbang, sedangkan porsi kecil berisi 100–120 gram nasi dengan gramasi sayur yang disesuaikan. Setiap menu juga dilengkapi susu 120 ml sebagai tambahan nutrisi, dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan distribusi.

“Menu harian selalu terdiri dari nasi, lauk hewani, lauk nabati, sayur, dan buah. Untuk anggaran, porsi besar senilai Rp10.000, sedangkan porsi kecil Rp8.000,” jelas Febri.

dari kanan: Wulan (PIC) Yaniris Dapur Wulan, Kepala SPPG Yanuris Dapur Wulan & Camat Rowokangkung (foto:mmc.co.id)

Dengan dukungan tim pengelola yang terdiri dari Akuntan Mohammad Rizallul Abror, Asisten Lapangan Latif Budi Darma Kusuma, dan Admin KA SPPG Rita Samiasih, SPPG Rowokangkung 02 diharapkan mampu menjadi model dapur gizi yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.

Kehadiran YANURIS Dapur Wulan bukan hanya menjadi pusat pemenuhan gizi anak sekolah, namun juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal dan simbol kolaborasi nyata antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun generasi sehat menuju Indonesia Emas.

Penulis: sinEditor: Biro
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *