Dengan berbagai argumen dan pertanyaan yang dihadirkan, debat ini mencerminkan dinamika politik yang berkembang di Lumajang. Mayoritas penonton mencatat bahwa cak Thoriq dan Ning Fika, dengan gaya komunikatif dan ketepatan pemanfaatan durasi waktu, berhasil meninggalkan kesan positif sebagai pasangan calon yang siap memimpin daerah.
Para analis politik menyebutkan, debat kali ini bukan hanya sekadar ajang adu gagasan, tetapi juga memperlihatkan kekuatan komunikasi masing-masing paslon dalam meraih simpati publik. “Paslon yang memiliki visi yang jelas dan mampu berkomunikasi dengan baik tentu akan unggul di mata pemilih, namun salah satu paslon terkesan unggul tatkala pertanyaan ditujukan ke calon wakil bupati tetapi yang menjawab calon bupati”, ujar salah seorang pengamat.
Debat ini menjadi wadah bagi masyarakat Lumajang untuk mengenal lebih dekat para calon pemimpin mereka, sekaligus mengevaluasi potensi setiap pasangan dalam membawa perubahan bagi daerah. Dengan hasil yang menggembirakan bagi pendukung cak Thoriq dan Ning Fika, pertarungan politik ke depan dipastikan semakin menarik untuk dinantikan.
(sin)













