“Program ini tidak hanya menargetkan hafalan minimal juz 30 dalam waktu tiga bulan, tetapi juga membentuk karakter jujur, disiplin, berakhlak mulia, serta dekat dengan Al-Qur’an,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan bangsa tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual, tetapi juga membutuhkan kekuatan moral dan spiritual.
“Melalui YBM PLN UIP JBTB, kami memberikan beasiswa kepada 10 anak terpilih agar menjadi energi kebaikan dan melahirkan generasi Qurani yang membanggakan,” ujarnya.
Dukungan juga disampaikan Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Kediri, Rindang Djoko Triasmoro, S.Pd. Ia menilai program ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama melalui penerapan sistem pembelajaran hybrid.
Menurutnya, metode tersebut membuka peluang lebih luas bagi santri untuk menghafal Al-Qur’an melalui aplikasi yang telah disiapkan oleh pesantren. Ia pun berharap peran orang tua semakin aktif dalam mendampingi proses belajar anak.
“Orang tua diharapkan dapat memantau perkembangan hafalan anak melalui perangkat masing-masing, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih optimal,” pungkasnya. (@dex)












