“Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa mandat negara dalam menghadirkan listrik yang handal bagi rakyat terus berjalan tanpa henti. GITET 500 kV Kalipuro dengan luas 13 hektar ini adalah urat nadi ekonomi yang akan menerangi rumah-rumah rakyat dan menggerakkan roda industri serta pariwisata di Banyuwangi hingga Bali. Ini adalah langkah nyata kita menuju swasembada energi sebagaimana arahan Bapak Presiden,” tegas Fathol Arifin.
Dalam tinjauannya, Fathol menekankan tiga aspek utama dalam penyelesaian proyek ini yaitu Memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai jalur percepatan (on track) tanpa mengesampingkan presisi teknis. Pembangunan ini mengacu pada prinsip manajemen proyek yang ketat, yakni optimalisasi Biaya, Mutu, dan Waktu (BMW). PT PLN (Persero) berkomitmen menyelesaikan proyek secara efisien dan tepat waktu tanpa sedikitpun mengurangi kualitas mutu infrastruktur, guna memastikan setiap investasi negara memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Kehadiran infrastruktur ini ditargetkan memberikan manfaat nyata berupa tegangan yang lebih stabil bagi pelanggan rumah tangga serta kepastian pasokan daya bagi investasi industri dan destinasi wisata unggulan di Banyuwangi.
Pembangunan GITET 500 kV Kalipuro merupakan bagian dari transformasi energi PLN untuk menciptakan sistem interkoneksi antar pulau yang lebih tangguh dan modern. Dengan selesainya infrastruktur ini, PLN UIP JBTB optimis dapat memberikan pelayanan kelistrikan terbaik yang mampu mendorong kesejahteraan masyarakat di wilayah Jawa Timur dan Bali.












