LUMAJANG | MMC.co.id
Suasana hangat dan penuh keceriaan menyelimuti Alun-Alun Kota Lumajang pada Minggu pagi ini, (15/02). Ruang publik kebanggaan warga berjuluk City of Banana ini kembali menjadi titik kumpul utama masyarakat untuk menikmati momen Car Free Day (CFD) dengan beragam aktivitas.
Sejak pukul ± 06.00 WIB, warga dari berbagai penjuru kabupaten, mulai dari anak-anak, remaja, hingga lansia, tumpah ruah memadati area taman. Ada yang sekadar jalan santai, lari pagi, hingga menemani buah hati bermain di wahana yang tersedia.
Ada yang berbeda pada CFD kali ini. Di depan Pendopo Arya Wiraraja, pandangan warga tertuju pada sebuah pementasan teater teatrikal. Pertunjukan ini mengisahkan sejarah kejayaan zaman Majapahit, yang mengingatkan kembali masyarakat akan akar budaya dan kaitan erat Lumajang dengan sejarah besar masa lalu.
Tak hanya hiburan, Pemkab Lumajang juga menghadirkan kemudahan layanan publik. Bagi warga yang ingin taat pajak tanpa harus antre di hari kerja, gerai Samsat Keliling tampak siaga melayani pembayaran pajak kendaraan bermotor di lokasi.

Sektor ekonomi pun berdenyut kencang. Ratusan pelaku UMKM dan pedagang kaki lima meraup rejeki, mulai dari kuliner kekinian hingga jajanan tradisional yang kini mulai langka, seperti gulali Rambut Nenek (Arumanis).

“Saya sangat mengapresiasi apa yang sudah disiapkan Pemkab. Fasilitasnya bisa dinikmati semua kalangan. Selain jadi tempat olahraga, ini juga menghidupkan UMKM dan pedagang tradisional. Senang sekali bisa santai di sini,” ujar Indah, salah satu warga yang hadir untuk berolahraga pagi.
Meski kemeriahan terasa sempurna, masih ada ganjalan yang terlihat di lapangan. Konsep Car Free Day atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Alun-Alun Lumajang nampaknya belum sepenuhnya bebas dari roda empat dan roda dua.
Parkir Meluber: Di beberapa sudut lingkar luar alun-alun, deretan mobil masih terparkir berjajar.
Okupansi Jalan: Banyak kendaraan roda dua yang parkirnya memakan bahu jalan hingga masuk ke ruas jalan Taman Alun-Alun, yang seharusnya menjadi area steril bagi pejalan kaki.
Hal ini diharapkan menjadi evaluasi bagi pihak terkait agar kenyamanan warga saat berolahraga dan bersantai tidak terganggu oleh hilir mudik atau parkir kendaraan yang kurang tertata.
(sin)













