SMSI Bojonegoro Siap Kawal Ketahanan Pangan: Kolaborasi Pers dan Masyarakat

BOJONEGORO | MMCNEWS – Dalam suasana penuh semangat peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025, Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Bojonegoro resmi dikukuhkan untuk masa bakti 2025–2028. Acara yang digelar di Pendopo Malowopati Kabupaten Bojonegoro pada 27 Februari 2024 ini menjadi momentum penting bagi insan pers dalam mengukuhkan peran strategisnya, terutama dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Dalam acara tersebut, berbagai pihak hadir, mulai dari perwakilan pemerintah daerah, TNI, Polri, organisasi wartawan, akademisi, kelompok tani, hingga para pelaku usaha. Kehadiran mereka mencerminkan pentingnya sinergi antara media, pemerintah, dan masyarakat dalam menyuarakan isu-isu krusial, terutama dalam upaya menjaga ketahanan pangan sebagai fondasi kemandirian bangsa.

Pers, Pilar Ketahanan Pangan

Tema HPN 2025, “Pers Mengawal Ketahanan Pangan untuk Kemandirian Bangsa,” menjadi relevan dalam konteks peran media sebagai penyampai informasi yang kredibel dan edukatif bagi masyarakat. Sasmito Anggoro, yang kembali dipercaya sebagai Ketua SMSI Bojonegoro, menegaskan bahwa media siber harus mampu menjadi jembatan informasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan berdampak positif bagi kebijakan publik.

“Kami berharap insan pers yang tergabung dalam SMSI dapat bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat, mengawal program-program ketahanan pangan, serta menyampaikan informasi yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Sasmito.

Komitmen ini bukan sekadar wacana. Sebagai bagian dari rangkaian peringatan HPN, SMSI Bojonegoro telah melaksanakan kegiatan nyata, seperti penaburan benih ikan tawes dan nila serta penyerahan bibit tanaman pangan kepada kelompok tani di Waduk Pedang, Desa Kepohkidul, Kecamatan Kedungadem. Langkah ini menjadi simbol bahwa peran pers tidak hanya dalam pemberitaan, tetapi juga aksi nyata dalam mendukung sektor pangan lokal.

Dukungan dan Harapan untuk SMSI

Bupati Bojonegoro, yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Heri Widodo, menyampaikan apresiasinya atas kiprah SMSI dalam menjaga sinergi antara media dan pemerintah. Ia berharap kegiatan semacam ini terus berlanjut dan semakin memperkuat peran pers dalam pembangunan daerah.

“Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada media, tetapi juga bagi masyarakat luas. Ketahanan pangan adalah isu fundamental yang harus dijaga bersama, dan SMSI telah menunjukkan kepeduliannya dengan aksi nyata,” ujar Heri.

Selain pelantikan, acara juga dirangkai dengan workshop bertajuk “Mengawal Ketahanan Pangan untuk Kemandirian Bangsa.” Workshop ini menghadirkan narasumber dari unsur TNI, Polri, serta pengurus SMSI Jawa Timur, yang membahas tantangan dan strategi dalam memperkuat sektor pangan melalui peran media.

Menatap Masa Depan

Dengan kepengurusan yang baru, SMSI Bojonegoro diharapkan semakin profesional dalam menjalankan tugas jurnalistiknya. Dukungan dari berbagai pihak menjadi bukti bahwa pers memiliki peran penting dalam membangun kesadaran publik terhadap isu-isu strategis, termasuk ketahanan pangan.

Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi titik awal bagi SMSI Bojonegoro untuk semakin aktif dalam mengawal kebijakan publik, mengedukasi masyarakat, dan berkontribusi nyata dalam mewujudkan kemandirian pangan bagi bangsa. (EP)

Tinggalkan Balasan