Lumajang | MMC.co.id
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Sukorejo, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, yang berada di bawah naungan Yayasan Berlian Berkah Jaya, terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemenuhan gizi peserta didik. Selama tiga bulan beroperasi, SPPG ini telah melayani 3.187 penerima manfaat dari 33 sekolah, mulai jenjang PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA/MA.
Kepala SPPG Dapur Sukorejo Kunir, Vika Anjana Alfaroh, menyampaikan bahwa seluruh proses pelayanan, mulai dari perencanaan menu hingga distribusi makanan, telah berjalan sesuai standar yang ditetapkan. Bahkan, SPPG ini telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sejak 31 Desember, sebagai bukti kelayakan dan keamanan pangan yang disajikan.
“Ahli gizi menyusun menu untuk satu minggu, kemudian kami evaluasi bersama. Setelah disetujui, kami rapatkan lagi dengan juru masak agar menu tersebut tetap sesuai standar gizi namun juga realistis dalam proses pengolahan. Jika sudah final, baru diajukan ke biro pengadaan,” jelas Vika.
SPPG Dapur Sukorejo Kunir didukung oleh tenaga profesional, di antaranya Anisa Maesaroh, ahli gizi lulusan Politeknik Negeri Jember (Polije), Tantri sebagai akuntan, serta Arif Sulistyo selaku Asisten Lapangan (Aslap).
Arif Sulistyo menjelaskan bahwa koordinasi dengan pihak sekolah, khususnya PIC dan guru UKS, berjalan dengan baik. Setiap makanan yang datang wajib melalui uji organoleptik sebelum dikonsumsi siswa, meliputi pemeriksaan rasa, warna, aroma, dan bentuk makanan sesuai petunjuk teknis yang berlaku.
“Jika ada temuan di lapangan, baik terkait menu maupun kualitas, komunikasi langsung kami lakukan dengan pihak sekolah. Alhamdulillah koordinasi dengan sekolah, masyarakat sekitar, hingga pemerintah desa dan Forkopimcam berjalan baik,” ujarnya.
Distribusi makanan dilakukan menggunakan dua armada, dengan pengiriman dimulai sejak pukul 07.00 WIB untuk PAUD dan TK, disusul SD, hingga SMA yang memiliki jam pulang lebih siang. Hingga saat ini, menurut Vika, tidak ada keluhan serius dari siswa, selain porsi nasi yang terkadang dirasa kurang karena lauk yang dinilai enak.
Meski secara pelayanan dan standar gizi telah terpenuhi, masih terdapat catatan yang perlu mendapat perhatian, yakni kondisi halaman depan SPPG yang terlihat becek dan tergenang air, terutama saat hujan.

Pihak SPPG mengaku telah mengusulkan perbaikan kepada yayasan, termasuk pembuatan saluran air dan penambahan urukan, namun masih dalam proses.
“Kami sudah sampaikan ke yayasan sejak awal. Saluran air sudah dibuat, namun memang masih perlu penambahan urukan agar tidak terjadi genangan,” pungkas Vika.
Dengan sertifikasi yang telah dikantongi serta sistem pelayanan yang terstruktur, SPPG Dapur Sukorejo Kunir dinilai layak dan siap terus mendukung peningkatan kualitas gizi peserta didik, sembari terus melakukan pembenahan pada sarana pendukung.
(sin)













