Bunda Indah Ubah Arah Pengawasan: Inspektorat Tak Lagi Tunggu Salah, Tapi Cegah Sejak Awal

Lumajang | MMC.co.id
Pemerintah Kabupaten Lumajang mulai menggeser paradigma pengawasan. Tidak lagi menunggu kesalahan terjadi, tetapi bergerak lebih awal untuk mencegahnya.
Pesan itu ditegaskan langsung oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati saat mengunjungi Inspektorat Kabupaten Lumajang, Rabu (22/4/2026), bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma.

Di hadapan jajaran Inspektorat, Bunda Indah menegaskan bahwa peran lembaga pengawasan harus naik kelas. Bukan sekadar auditor yang datang setelah masalah muncul, melainkan menjadi “alarm dini” yang mampu membaca potensi risiko sejak awal.

Menurutnya, akar persoalan dalam pemerintahan sering kali justru lahir dari tahap perencanaan yang luput dari pengawasan. Kesalahan kebijakan, program yang tidak tepat sasaran, hingga potensi penyimpangan bisa dicegah jika Inspektorat berperan aktif sejak awal.

“Saya butuh Inspektorat yang berani mengingatkan. Jangan tunggu salah dulu baru bergerak,” ujarnya tegas.

Perubahan pendekatan ini menempatkan Inspektorat sebagai penjaga kualitas kebijakan publik. Setiap program pemerintah daerah diharapkan tidak hanya patuh aturan, tetapi juga efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Bunda Indah juga mengingatkan, tanpa keberanian dan independensi, fungsi pengawasan hanya akan menjadi formalitas belaka.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma menekankan bahwa pengawasan harus terintegrasi di semua tahapan, dari perencanaan hingga evaluasi. Ia menilai pendekatan preventif jauh lebih efisien dibandingkan langkah korektif yang sering datang terlambat.

Langkah ini sekaligus menjadi sinyal kuat arah reformasi birokrasi di Lumajang—beralih dari pola reaktif menuju sistem yang lebih antisipatif.
Di Lumajang, pengawasan kini bukan lagi soal menemukan kesalahan, melainkan memastikan kesalahan itu tidak pernah terjadi sejak awal.

(sin|portalkominfo)

Editor: Biro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *