Lumajang Jadi Barometer KIM Jawa Timur, Sumbang 72 Persen Publikasi Terverifikasi

  • Bagikan
Oplus_131072

Lumajang | MMC.co.id

Kabupaten Lumajang kembali menorehkan capaian membanggakan di bidang pengelolaan informasi masyarakat. Di saat 16 kabupaten dan kota di Jawa Timur belum mencatatkan satu pun publikasi Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) selama Semester I Tahun 2026, Lumajang justru menjadi penyumbang terbesar publikasi KIM terverifikasi di Jawa Timur.

 

Berdasarkan hasil analisis yang dipaparkan dalam Focus Group Discussion (FGD) Koordinasi Tindak Lanjut Pemetaan Media dan Kelembagaan KIM se-Jawa Timur, Kabupaten Lumajang menghasilkan 7.210 berita atau sekitar 72 persen dari total 10.011 berita KIM terverifikasi selama periode Januari hingga Juni 2026. Kontribusi tersebut tercatat konsisten setiap bulan dengan persentase antara 66,9 hingga 76,9 persen, sehingga dinilai sebagai pola yang bersifat struktural, bukan sekadar lonjakan publikasi sesaat.

 

Capaian tersebut menjadi perhatian dalam forum FGD dan melahirkan rekomendasi agar praktik penguatan kelembagaan KIM di Kabupaten Lumajang dikaji lebih lanjut sebagai best practice atau praktik baik di tingkat Provinsi Jawa Timur.

 

Dalam rekomendasi jangka pendek, forum mengusulkan dilakukannya kajian lapangan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong tingginya produktivitas KIM Kabupaten Lumajang. Sementara itu, pada rekomendasi jangka menengah, Kabupaten Lumajang bersama Kabupaten Malang diusulkan menjadi bagian dari program pendampingan bagi kabupaten dan kota yang aktivitas publikasi KIM-nya masih rendah.

 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang, Mustaqim, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang dalam membangun ekosistem KIM yang sehat, kolaboratif, dan berkelanjutan.

 

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Lumajang tidak pernah menjadikan jumlah publikasi sebagai target utama. Fokus yang dibangun adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan tata kelola redaksi, serta pengembangan budaya kolaborasi agar KIM mampu menghadirkan informasi yang akurat, mencerahkan, memberdayakan, dan menumbuhkan semangat kebangsaan.

 

“Produktivitas merupakan dampak dari ekosistem yang dibangun bersama. Kami terus memperkuat kapasitas pengurus KIM, membangun jejaring antardesa, serta memastikan informasi yang dipublikasikan tetap berkualitas dan memberi manfaat bagi masyarakat. Jika pengalaman Lumajang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi daerah lain, tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah,” ujar Mustaqim saat dikonfirmasi di kantornya, Rabu (22/7/2026).

 

Keberhasilan tersebut juga mendapat pengakuan dari para pelaku KIM di tingkat desa. Ketua KIM Desa Sumbersari, Luluk Sampurno, menilai produktivitas KIM di Kabupaten Lumajang merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang serta komitmen para pengurus KIM dalam meningkatkan kompetensi.

 

Ia menjelaskan, pengurus KIM secara rutin mendapatkan penguatan kapasitas melalui berbagai pelatihan, mulai dari teknik penulisan berita yang mengedepankan nilai 3E+1N (Educating, Empowering, Enlightening, dan Nationalism), pelatihan desain grafis, hingga produksi video grafis. Selain itu, para pengurus KIM juga telah dua kali mengikuti bimbingan teknis yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

 

“Yang paling kami rasakan bukan hanya pelatihannya, tetapi juga pendampingannya. Hampir setiap hari Dinas Kominfo Kabupaten Lumajang memfasilitasi tindak lanjut penulisan berita, memberikan masukan terhadap naskah, hingga mendorong kami untuk terus aktif mempublikasikan informasi. Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan inilah yang membuat kapasitas teman-teman KIM terus meningkat,” kata Luluk.

 

Menurutnya, budaya kolaborasi menjadi salah satu kekuatan utama yang menopang produktivitas KIM di Lumajang. Antar-KIM desa menjalin komunikasi secara intensif untuk saling bertukar informasi, berbagi pengalaman, hingga mendiskusikan teknik penulisan berita, desain konten, dan pengembangan media digital.

 

Kolaborasi tersebut juga melibatkan pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan desa, organisasi lokal, hingga masyarakat. Dengan demikian, berbagai potensi, inovasi, serta hasil pembangunan desa dapat terdokumentasikan dan dipublikasikan secara lebih luas.

 

“Kami tidak berjalan sendiri. Antar-KIM saling berbagi informasi dan ilmu. Pemerintah desa, lembaga desa, hingga masyarakat juga terbuka memberikan data maupun informasi. Budaya kolaborasi dan saling belajar inilah yang membuat kapasitas KIM di Lumajang terus berkembang dari waktu ke waktu,” ujarnya.

 

Bagi Kabupaten Lumajang, hasil FGD tersebut bukan sekadar mencerminkan tingginya produktivitas publikasi, tetapi juga menjadi dorongan untuk terus menjaga kualitas ekosistem KIM yang telah dibangun. Pembinaan berkelanjutan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas desa dan lintas pemangku kepentingan diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran dalam memperkuat kelembagaan KIM di berbagai daerah di Jawa Timur sebagaimana rekomendasi yang dihasilkan forum tersebut.

(sin)

(sumber : Diskominfo Lumajang)

  • Bagikan