Merauke, Mmcnews – Pemerintah Provinsi Papua Selatan bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus menunjukkan komitmennya dalam memastikan kelancaran Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Boven Digoel, dengan menggelar rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Penjabat Sekda, Maddarmmeng, dan dihadiri oleh Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, pada Rabu, 5 Maret 2025, di Swissbel-Hotel Merauke. Keberhasilan PSU kali ini tidak hanya bergantung pada kesiapan logistik, tetapi juga pada kolaborasi erat antara pemerintah daerah, KPU, Bawaslu, serta aparat keamanan.
Gubernur Apolo Safanpo menegaskan bahwa Pemprov Papua Selatan siap mendukung penuh pelaksanaan PSU, dengan memberikan perhatian khusus pada keamanan dan kestabilan daerah. “Kami mengutamakan kerja sama yang solid antara KPU, Bawaslu, dan pihak keamanan TNI/Polri agar proses demokrasi ini berjalan dengan damai dan lancar,” tegasnya. Kesiapan ini menjadi penting karena putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengharuskan diadakannya PSU di Boven Digoel sebagai bagian dari pemenuhan hak suara masyarakat yang belum sepenuhnya terakomodasi.
Melalui rapat ini, pemerintah daerah dan KPU Papua Selatan mengintensifkan pembahasan terkait waktu pelaksanaan dan anggaran yang dibutuhkan untuk menunjang kelancaran pemungutan suara ulang tersebut. Dalam simulasi yang dilakukan, perhitungan durasi waktu dan dana menjadi hal yang krusial mengingat tenggat waktu pelaksanaan PSU yang hanya diberi waktu 180 hari oleh MK.
Maddarmmeng, Penjabat Sekda Papua Selatan, mengungkapkan, “Setelah keputusan MK dikeluarkan, kami langsung mengambil langkah cepat, mengundang semua pihak terkait untuk merencanakan pelaksanaan PSU dengan cermat dan efisien.” Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mengawal pelaksanaan Pilkada agar tidak terganggu oleh faktor eksternal.
Sementara itu, mengenai anggaran yang dibutuhkan, Gubernur Apolo menyatakan bahwa pembagian dana untuk PSU akan melibatkan kontribusi dari berbagai pihak. “KPU Kabupaten Boven Digoel telah mengusulkan anggaran sekitar Rp30 miliar, yang sebagian akan ditanggung bersama oleh Pemprov Papua Selatan, KPU RI, dan Pemerintah Kabupaten Boven Digoel,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, hadir pula Anggota KPU RI, Idam Malik, dan perwakilan Bawaslu serta aparat TNI/Polri. Semua pihak bersinergi untuk memastikan bahwa PSU ini dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan harapan masyarakat setempat. Gubernur Apolo berharap PSU di Boven Digoel dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal persiapan yang matang dan pengelolaan sumber daya yang efisien.
Dengan segala langkah strategis yang sudah disiapkan, pemerintah daerah dan KPU berharap pemungutan suara ulang ini akan menghasilkan pemimpin yang sesuai dengan keinginan rakyat, dan tentunya, berjalan dengan tertib serta aman. “Kami ingin masyarakat merasa bahwa suara mereka dihargai dan demokrasi berjalan sesuai dengan peraturan yang ada,” tutup Gubernur Apolo. ***