BBPPMPV BOE Malang Perkuat Kompetensi Instruktur dan Pengelola LKP melalui Pelatihan & Magang Industri

Malang | MMC.co.id

Kepala Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Malang, Dr. Anwar Sidarta, S.Si., M.Si., secara resmi membuka Pelatihan Peningkatan Kompetensi Instruktur dan Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Berbasis Dunia Kerja Angkatan I Tahun 2026, Senin (8/6/2026).

Pelatihan yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia tersebut diselenggarakan dalam tiga tahapan, yakni pembelajaran daring pada 2–5 Juni 2026, pelatihan tatap muka di BBPPMPV BOE Malang pada 8–13 Juni 2026, serta program magang industri yang berlangsung pada 13–18 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Dr. Anwar Sidarta menekankan pentingnya kemampuan belajar sepanjang hayat di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia kerja yang berlangsung sangat cepat. Menurutnya, kompetensi utama yang harus dimiliki instruktur maupun pengelola lembaga pelatihan saat ini adalah kemampuan Learn How to Learn atau belajar bagaimana cara belajar.

“Di era perubahan yang sangat cepat seperti sekarang, ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang. Karena itu, yang paling penting bukan hanya apa yang kita pelajari hari ini, tetapi bagaimana kita terus belajar sepanjang hayat,” ujar Dr. Anwar.

Ia menjelaskan terdapat lima prinsip utama dalam konsep Learn How to Learn yang perlu diterapkan oleh peserta selama mengikuti pelatihan maupun setelah kembali ke lembaga masing-masing.

Prinsip pertama adalah yakin, yakni menumbuhkan kepercayaan diri bahwa setiap individu mampu berkembang dan meningkatkan kompetensinya. Kedua, siapkan diri, yaitu memiliki kesiapan mental, fisik, serta pengetahuan untuk menghadapi perubahan dan perkembangan teknologi di dunia industri.

Prinsip ketiga adalah nikmati, dengan memandang proses belajar sebagai kesempatan untuk memperluas wawasan dan pengalaman, bukan sebagai beban. Selanjutnya, prinsip proses menekankan bahwa keberhasilan dicapai melalui pembelajaran yang berkelanjutan, latihan yang konsisten, serta kemauan untuk terus memperbaiki diri.

Sementara prinsip kelima adalah berbagi ilmu, yakni menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada rekan kerja, peserta didik, maupun masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

“Jangan berhenti pada diri sendiri. Setelah kembali ke daerah masing-masing, peserta harus menjadi agen perubahan dan berbagi ilmu kepada orang lain,” pesannya.

Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas instruktur dan pengelola LKP agar mampu menyelenggarakan program pelatihan yang selaras dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Selain mendapatkan materi pembelajaran di kelas, peserta juga memperoleh pengalaman langsung melalui program magang di perusahaan mitra industri.

Salah satu peserta, Gede Sanjaya dari Bali, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, model pembelajaran yang mengintegrasikan teori, praktik, dan pengalaman industri menjadi nilai tambah yang sangat relevan bagi pengembangan lembaga pelatihan saat ini.

“Pelatihan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana mengelola lembaga pelatihan yang adaptif terhadap kebutuhan industri. Pesan Kepala Balai tentang belajar bagaimana cara belajar menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkembang,” katanya.

Melalui pelatihan ini, BBPPMPV BOE Malang berharap para instruktur dan pengelola LKP dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelatihan kerja di daerah masing-masing, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan siap memasuki dunia kerja.

 

(sin)

Penulis: sinEditor: Biro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *