Lumajang | MMC.co.id
Aliansi Mahasiswa Jabodetabek (AMJ) menyerukan pentingnya soliditas nasional dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan melalui pembacaan Petisi Lubang Buaya dalam kesempatan forum diskusi publik yang digelar di kawasan Lubang Buaya, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan yang dihadiri ratusan mahasiswa secara luring dan daring (hibrid) itu menjadi ruang dialektika mengenai isu hukum, disiplin, serta dinamika hubungan sipil-militer dalam negara demokrasi.
Inisiator AMJ yang juga Koordinator Wilayah Aliansi BEM Bogor Raya, Indra Mahfuzi, menegaskan bahwa forum tersebut tidak hanya menjadi ruang diskusi akademik.
“Forum ini jadi momentum untuk memperkuat kesadaran kebangsaan di tengah meningkatnya fragmentasi sosial dan derasnya arus informasi digital”, katanya.
Dalam kesempatan itu, Indra membacakan Petisi Lubang Buaya yang berisi delapan poin sikap kebangsaan.
“Mulai dari komitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, penolakan terhadap provokasi dan upaya adu domba, hingga penguatan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan bernegara”, tegasnya.
Petisi tersebut juga menekankan pentingnya kemanunggalan rakyat dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), penguatan soliditas nasional, serta ajakan menjaga harmoni dan kebhinekaan.
“Kemanunggalan TNI-Polri dengan rakyat jadi modal utama dalam penguatan soliditas nasional, jika TNI-Polri solid dengan rakyat kita akan jadi negara yang kuat”, tandasnya.
Indra menilai, berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini, baik dalam bentuk disinformasi, polarisasi opini, maupun perbedaan pandangan politik tidak boleh dibiarkan berkembang menjadi perpecahan sosial.
“Bangsa ini sedang menghadapi berbagai tantangan yang kompleks. Karena itu, yang paling penting adalah memastikan kita tetap solid, tidak mudah terprovokasi, dan tidak terjebak dalam narasi yang memecah belah,” ujar Indra.
Ia menegaskan, seluruh elemen bangsa harus kembali pada prinsip dasar bernegara, yakni konstitusi dan nilai-nilai Pancasila sebagai perekat utama dalam kehidupan kebangsaan.
“Perbedaan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi jangan sampai perbedaan itu merusak persatuan. Kita harus tetap menjunjung tinggi asas konstitusi dan semangat persatuan,” lanjutnya.
Menurut Indra, Petisi Lubang Buaya merupakan refleksi sikap moral mahasiswa dalam membaca situasi kebangsaan secara kritis namun tetap konstruktif, dengan menempatkan persatuan sebagai kepentingan utama di atas segala perbedaan.
“8 poin petisi lubang buaya ini semoga jadi refleksi kami sebagai mahasiswa untuk teguh bersama-sama menempatkan persatuan sebagai kepentingan utama di atas segala perbedaan”, pungkasnya.
(roni)














