Menembus Batas Digital: Dirjen Dadang Muttaqin Beri Kuliah Umum Pelatihan Vokasi 2026 di BBPPMPV BOE Malang

Malang|MMC.co.id

Wajah pendidikan vokasi di Indonesia bersiap menghadapi lompatan besar. Menghadapi badai disrupsi teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan otomatisasi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bergerak cepat menyelaraskan kompetensi tenaga pendidik agar tidak usang ditelan zaman.

Langkah taktis ini ditandai dengan dibukanya secara resmi Pelatihan Peningkatan Kompetensi (Upskilling dan Reskilling) pada Kamis (11/06/2026) pagi di Galeri Inovasi Lantai 2 (ex. Teknopark) BBPPMPV BOE Malang. Acara ini dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Dadang Muttaqin, Ph.D., yang sekaligus memberikan kuliah umum bernas mengenai arah baru vokasi Indonesia.

Dalam laporannya, Kepala BBPPMPV BOE Malang, Dr. Anwar Sidarta, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa pelatihan intensif ini telah berjalan sejak awal pekan dengan melibatkan puluhan peserta dari berbagai lini strategis pendidikan.

“Mulai hari Senin kemarin, kami melakukan kegiatan upskilling dan reskilling yang diikuti oleh 15 guru kejuruan, 75 peserta pelatihan lanjutan, 40 instruktur LKP, serta 40 guru Bimbingan Konseling (BK) dan jajaran kepala sekolah,” urai Anwar Sidarta.

Uniknya, Anwar juga melaporkan kontribusi nyata tiga mahasiswa magang dari Politeknik Retrofitting yang sukses menyelesaikan proyek pembuatan alat praktis seperti multimeter, tripod base power storage system, serta perangkat wave teaching untuk otomatisasi. Hasil karya ini diserahkan secara simbolis di hadapan Dirjen sebagai bukti nyata kolaborasi akademis dan industri.

Acara sambutan dari Kepala Balai pun ditutup dengan hangat lewat sebuah pantun:

“Makan pisang campur wijen, paling enak dimakan di pagi hari. Terima kasih kedatangannya Pak Dirjen, semoga kehadiran Bapak membawa semangat untuk kita semuanya.”

Tiga Pilar Transformasi Menghadapi Tantangan Global 2026

Memasuki inti acara, Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Dadang Muttaqin, Ph.D., memaparkan materi krusial bertajuk “Transformasi Ekosistem Pendidikan Vokasi 2026”. Berdasarkan data World Economic Forum, Dadang mengingatkan bahwa 65% siswa saat ini akan bekerja pada jenis pekerjaan yang bahkan belum ada ketika mereka pertama kali masuk sekolah. Selain itu, IMF memproyeksikan AI bakal mengubah kompetensi lebih dari 80% pekerjaan dalam dekade ini.

Untuk itu, Kemendikdasmen menetapkan Tiga Pilar Transformasi utama:

  1. Kepala SMK:Berperan sebagai pemimpin perubahan dan Chief Learning Officer berbasis data pasar kerja.
  2. Instruktur Kursus/LKP: Menjadi jembatan penguatan upskilling dan reskilling berbasis industri.
  3. Guru BK Hebat: Membangun resiliensi generasi masa depan, khususnya dalam mitigasi masalah kesehatan mental siswa yang kini secara global mendekati angka 30%.

Menyoroti Pentingnya Soft Skill: “Jangan Hanya Bisa Mengobrol dengan Mesin”

Berbekal pengalamannya tinggal selama lima tahun di Eropa (Jerman dan Belanda) serta kunjungannya ke korporasi global seperti Boeing di Seattle, Dadang Muttaqin menyoroti kelemahan mendasar lulusan vokasi di tanah air.

Studi longitudinal menunjukkan, pendapatan lulusan SMK di awal karier seringkali lebih tinggi dibanding SMA. Namun memasuki tahun ke-3 atau ke-4, lulusan SMA kerap menyalip secara karier dan pendapatan.

“Lulusan SMK kita canggih membuat gagasan, tapi seringkali hanya untuk dirinya sendiri. Jurusan teknik mesin atau industri terlalu banyak mengobrol dengan mesin dan pengelasan, sehingga kurang mengasah komunikasi. Di sinilah pentingnya soft skill dan kemampuan kolaborasi melalui Project-Based Learning (PBL),” tegas Dadang.

Ia juga mendorong pentingnya literasi baru yang mencakup Literasi Data, Literasi Teknologi, dan Literasi Manusia (Humanities) agar teknisi Indonesia memiliki posisi tawar dan dihargai tinggi layaknya di negara-negara maju.

Pelatihan ini  menandai babak baru penguatan kompetensi pendidik demi melahirkan lulusan vokasi yang siap bekerja, melanjutkan studi, maupun berwirausaha (BMW).

Ungkapan Apresiasi Peserta Pelatihan Engine Scan Diagnosis (ESD)

Peserta Pelatihan Engine Scan Diagnosis (ESD)

Pelatihan intensif ini membawa kesan mendalam bagi para peserta. Salah satu perwakilan peserta dari kelas Engine Scan Diagnosis (ESD) mengungkapkan rasa syukur dan optimismenya setelah mengikuti rangkaian materi dan melihat fasilitas yang disediakan.

“Pelatihan ESD di BBPPMPV BOE Malang ini benar-benar membuka mata kami. Materi yang diberikan sangat presisi dan kontekstual dengan perkembangan mesin modern di industri saat ini. Ditambah lagi, sarana laboratorium, tools, dan modul sensor/scanner yang kami gunakan sangat mutakhir. Kami tidak hanya membawa pulang teori kuno, melainkan kesiapan penuh untuk mentransfer logika problem solving berbasis teknologi ini langsung ke ruang-ruang kelas di sekolah asal kami. Terima kasih Kemendikdasmen dan BOE Malang!.

(sin)

Penulis: sinEditor: Biro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *