Lumajang | MMC.co.id
Gangguan jaringan distribusi air bersih Perumda Air Minum Tirta Mahameru Kabupaten Lumajang menyebabkan pasokan air ke sejumlah pelanggan di wilayah Kecamatan Kunir dan sekitarnya terganggu sejak Rabu (19/8/2026) hingga Kamis (20/8/2026).
Kondisi tersebut membuat sebagian warga mengalami kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Gangguan terutama dirasakan pelanggan di sejumlah wilayah yang terdampak tidak normalnya aliran jaringan PDAM.
Kepala Bagian Hubungan Pelanggan PDAM Tirta Mahameru Lumajang, Lukman, memastikan pihaknya mengambil langkah penanganan apabila aliran air belum kembali normal.
“Jika jam 12 nanti belum ngalir juga, kami kirim tangki,” tegas Lukman kepada media.
Sementara itu, Solikin dari Kabag Perencanaan Tehnik PDAM Tirta Mahameru menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas terganggunya jaringan yang menyebabkan distribusi air tidak sampai ke beberapa lokasi.
“Mohon maaf atas terganggunya jaringan air PDAM yang menyebabkan tidak sampainya air di beberapa lokasi,” ujar Solikin melalui pesan singkat kepada MMC.co.id.
Menurutnya, pihak PDAM terus mengupayakan agar distribusi air kembali normal pada hari yang sama. Namun, apabila kondisi jaringan belum memungkinkan untuk segera dipulihkan, PDAM akan menyalurkan air bersih menggunakan armada tangki kepada pelanggan yang terdampak.
“Ya, hari ini diupayakan agar aliran air dapat normal kembali. Jika tidak memungkinkan, akan dikirimkan tangki air ke pelanggan di wilayah terdampak,” tambahnya.
Salah satu lokasi yang mendapatkan suplai air melalui tangki berada di Perumahan Lembayung, Desa Kabuaran, Kecamatan Kunir. Pengiriman air tersebut menjadi langkah tanggap PDAM untuk memenuhi kebutuhan warga selama distribusi melalui jaringan belum kembali normal.
Warga Perumahan Lembayung, Lilik, menyampaikan apresiasi atas respons PDAM Tirta Mahameru yang turun langsung memberikan bantuan air bersih.
“Terima kasih atas kiriman air dan perhatian dari PDAM Tirta Mahameru,” ungkap Lilik.
Warga berharap perbaikan jaringan segera dituntaskan sehingga pasokan air bersih kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak terus terganggu.
Gangguan layanan air bersih ini sekaligus menjadi perhatian bagi pengelola jaringan untuk memastikan distribusi kepada pelanggan dapat kembali berjalan secara optimal, terutama di wilayah yang terdampak.
(sin)













