Lumajang | MMC.co.id
SMK Negeri Pasirian terus mendorong pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja melalui pengembangan Bengkel AUTOPAS sebagai salah satu implementasi Teaching Factory (TEFA) pada Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR).
Bengkel AUTOPAS tidak hanya menjadi tempat praktik peserta didik, tetapi juga dikembangkan sebagai unit produksi dan layanan jasa otomotif yang mengintegrasikan proses pembelajaran di sekolah dengan aktivitas pelayanan kepada masyarakat.
Melalui konsep tersebut, peserta didik memperoleh pengalaman langsung dalam menangani pekerjaan otomotif dengan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP), keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta standar pelayanan yang mengacu pada budaya kerja industri.
Pembelajaran di Bengkel AUTOPAS tidak sebatas penguasaan teori. Para siswa juga dibekali keterampilan teknis, kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi dengan pelanggan hingga keterampilan dalam menganalisis dan menyelesaikan permasalahan kendaraan.
Sejumlah layanan yang tersedia di Bengkel AUTOPAS di antaranya servis kendaraan, pemeriksaan dan perawatan kaki-kaki, spooring dan balancing, pemeriksaan sistem pengereman, pemeriksaan mesin, penggantian oli dan komponen, serta berbagai pekerjaan perawatan dan perbaikan kendaraan sesuai fasilitas dan kompetensi yang tersedia.
Dalam proses pelayanan, peserta didik dilibatkan secara langsung dengan tetap mendapatkan pendampingan dari guru atau instruktur. Siswa belajar mengikuti alur kerja mulai dari menerima kendaraan dan memahami keluhan pelanggan, melakukan pemeriksaan awal, menentukan kebutuhan pekerjaan, melaksanakan servis atau perbaikan, melakukan pemeriksaan akhir hingga memastikan kendaraan siap diserahkan kembali kepada pelanggan.
Keterlibatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun budaya kerja peserta didik. Mereka dibiasakan bekerja secara profesional, menjaga kebersihan area kerja, memperhatikan keselamatan, menggunakan peralatan sesuai prosedur, melaksanakan pekerjaan berdasarkan pembagian tugas serta memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan.
Kepala SMK Negeri Pasirian, Dermawan Triwahyono, S.T., M.M., mengatakan bahwa pengembangan Teaching Factory menjadi bagian dari upaya sekolah untuk mendekatkan pembelajaran dengan kondisi dunia kerja yang sebenarnya.
“Bengkel AUTOPAS kami kembangkan bukan hanya sebagai tempat praktik siswa, tetapi sebagai sarana pembelajaran yang memberikan pengalaman kerja nyata. Kami ingin siswa tidak hanya menguasai teori dan keterampilan teknis, tetapi juga memiliki sikap kerja, kedisiplinan, tanggung jawab dan kemampuan memberikan pelayanan kepada pelanggan,” ujar Dermawan.
Menurutnya, keberadaan TEFA diharapkan mampu memperkuat kompetensi lulusan sehingga mereka memiliki bekal yang lebih sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA).
“Harapan kami, lulusan Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri Pasirian benar-benar siap menghadapi dunia kerja, mampu berwirausaha maupun melanjutkan pendidikan. Karena itu, pembelajaran harus terus dikembangkan agar relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri,” tambahnya.
Sementara itu, Waka Humas SMK Negeri Pasirian, Evan Agung, S.Pd., menyampaikan bahwa Bengkel AUTOPAS juga menjadi jembatan bagi sekolah dalam membangun hubungan dengan masyarakat maupun dunia usaha dan dunia industri.
“Melalui Bengkel AUTOPAS, siswa mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan dan memahami bagaimana sebuah layanan jasa otomotif dijalankan. Ini menjadi pengalaman yang sangat penting karena mereka belajar menghadapi situasi kerja secara nyata, bukan hanya melalui simulasi di dalam kelas,” ungkap Evan.
Ia menambahkan, pengembangan TEFA juga menjadi bagian dari upaya sekolah meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan vokasi.
“Kami berharap Bengkel AUTOPAS dapat terus berkembang dan memberikan manfaat, baik bagi peserta didik maupun masyarakat. Di sisi lain, keberadaan TEFA juga menjadi sarana untuk memperkuat keterkaitan antara SMK Negeri Pasirian dengan dunia usaha dan dunia industri,” pungkasnya.
Dengan pengembangan Bengkel AUTOPAS secara berkelanjutan, SMK Negeri Pasirian berupaya menjadikan pembelajaran Teknik Kendaraan Ringan semakin relevan, produktif dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja.
Keberadaan Teaching Factory tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis otomotif, tetapi juga pengalaman kerja, etos kerja, kemampuan berkomunikasi serta kesiapan menghadapi persaingan di dunia kerja dan kewirausahaan.
(sin)













