LUMAJANG | MMC.co.id
Kesuksesan usaha jasa otomotif tidak selalu ditentukan oleh lokasi yang berada di pinggir jalan utama. Dengan menjaga kualitas pelayanan dan membangun kepercayaan pelanggan, sebuah bengkel tetap mampu berkembang dan menarik konsumen. Hal itulah yang dibuktikan oleh Afandi Kusuma, pemilik bengkel Metro Auto Care.

Meski berlokasi di kawasan perumahan dan jauh dari jalur protokol, Metro Auto Care tidak pernah sepi dari pelanggan yang datang untuk melakukan perawatan maupun perbaikan kendaraan. Keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang telah dimulai sejak lebih dari dua dekade lalu.
Afandi mengawali perjalanan di dunia otomotif pada tahun 2003 saat mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK). Untuk memperdalam keterampilan teknis, ia kemudian menjalani program magang di Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) sebelum bekerja di sebuah bengkel lokal.
Di tempat tersebut, Afandi bertemu dengan sosok yang dianggapnya sebagai mentor utama, almarhum Eri Subagyo, mantan Kepala Foreman Toyota yang membuka usaha bengkel di kawasan Jalan Lekso, Lumajang.
“Banyak ilmu dan keterampilan yang saya dapatkan dari beliau. Jasa almarhum Pak Eri sangat besar dalam membentuk kompetensi saya hingga bisa berada di posisi sekarang,” ujar Afandi saat ditemui tim media.
Berbekal pengalaman dan keinginan untuk mandiri, Afandi memutuskan merintis usahanya sendiri pada tahun 2016. Namun, ia tidak langsung membuka bengkel. Selama empat tahun pertama, ia memilih bekerja sebagai teknisi lepas (freelance) guna membangun reputasi dan memperluas jaringan pelanggan.
Menurutnya, membangun kepercayaan terhadap kemampuan pribadi merupakan langkah penting bagi seorang perintis usaha sebelum memperkenalkan identitas perusahaan.
“Pelanggan harus mengenal dan percaya terlebih dahulu terhadap kemampuan kita. Setelah kepercayaan itu terbentuk, barulah usaha bisa berkembang lebih besar,” katanya.

Pada akhir 2019, Metro Auto Care resmi berdiri sebagai bengkel dengan lokasi tetap. Keputusan tersebut diambil untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan, khususnya konsumen baru yang membutuhkan jaminan profesionalisme dan legalitas usaha.
Afandi menjelaskan, keberadaan bengkel fisik memberikan nilai tambah karena pelanggan dapat melihat langsung fasilitas, peralatan kerja, serta sistem pelayanan yang diterapkan.
“Ketika pelanggan bisa datang langsung ke bengkel dan melihat fasilitas yang tersedia, tingkat kepercayaan mereka akan meningkat,” ujarnya.
Terkait lokasi bengkel yang berada di dalam perumahan, Afandi mengakui hal itu dipengaruhi keterbatasan modal saat merintis usaha. Biaya pengadaan lahan maupun sewa tempat di pinggir jalan raya dinilai cukup tinggi bagi pelaku usaha yang baru memulai bisnis.
Meski demikian, pengalaman dan nasihat dari para senior di dunia otomotif semakin menguatkan keyakinannya bahwa kualitas layanan jauh lebih menentukan dibandingkan lokasi usaha.
Menurutnya, selama sebuah bengkel memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang jelas, kualitas pekerjaan yang dapat dipertanggungjawabkan, serta citra usaha yang baik, pelanggan akan tetap datang meskipun harus menempuh jarak yang lebih jauh.
Metro Auto Care sendiri memulai operasionalnya dari satu unit bangunan sederhana yang masih minim fasilitas. Seiring meningkatnya jumlah pelanggan, berbagai pembenahan terus dilakukan, mulai dari penataan ruang hingga peningkatan efisiensi kerja.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Dalam waktu sekitar dua setengah tahun, Metro Auto Care berhasil memperluas area usaha dengan menambah bangunan di sisi timur bengkel.
Saat ini, bengkel tersebut telah memiliki tata ruang yang lebih profesional, meliputi ruang tunggu pelanggan yang nyaman, area pekerjaan berat, serta ruang penyimpanan suku cadang yang tertata rapi untuk mendukung efektivitas kerja mekanik.
Perjalanan Metro Auto Care menjadi bukti bahwa dalam bisnis jasa otomotif, kepercayaan pelanggan, kompetensi teknisi, dan konsistensi kualitas layanan merupakan modal utama untuk tumbuh dan berkembang, bahkan dari lokasi yang tidak berada di pusat keramaian.
(sin)














