Malang | MMC.co.id
Upaya peningkatan kompetensi instruktur Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) terus dilakukan melalui Program Magang Industri Peningkatan Kompetensi Instruktur yang difasilitasi BOE Malang. Kegiatan tersebut berlangsung di Bengkel Mobil Bunul, Kota Malang, pada 15–18 Juni 2026 dengan fokus pelatihan pada bidang Engine Scan Diagnosis.
Program ini menjadi bagian dari penguatan sinergi antara lembaga pelatihan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) guna memastikan kompetensi instruktur selalu selaras dengan perkembangan teknologi otomotif terkini. Melalui magang industri, para instruktur memperoleh pengalaman langsung mengenai penerapan teknologi dan standar kerja yang digunakan di lingkungan industri.
Peserta yang mengikuti program ini antara lain A. Shafi Ali Akbar, M.Pd.I., Abu Ubaidillah, Ach Muzayyin, S.Pd., dan Muhammad Bagus Prasetiawan. Selama empat hari pelaksanaan, mereka mendapatkan pembelajaran intensif terkait penggunaan teknologi Engine Scan Diagnosis, mulai dari pengoperasian scan tool, pembacaan Diagnostic Trouble Code (DTC), analisis data stream sensor dan aktuator, hingga evaluasi hasil diagnosis kendaraan.
Kegiatan diawali dengan orientasi industri, pengenalan lingkungan kerja bengkel, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta pemahaman teknologi diagnosis kendaraan berbasis elektronik. Selanjutnya, peserta melakukan praktik langsung penggunaan scan tool untuk mengidentifikasi kerusakan kendaraan dan menganalisis kondisi aktual sistem mesin melalui pembacaan data sensor dan aktuator.
Kepala Bengkel Mobil Bunul, Mochamad Imron, menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara dunia industri dan lembaga pelatihan memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi perkembangan teknologi otomotif yang terus berkembang.

Dalam setiap sesi pembelajaran dan diskusi, Mochamad Imron juga menanamkan nilai-nilai yang menjadi prinsip dalam bekerja dan berbagi ilmu.
“Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain, dan sebaik-baiknya ilmu adalah ilmu yang diamalkan,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi motivasi bagi para peserta untuk terus meningkatkan kompetensi dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam proses pembelajaran di lembaga masing-masing. Para instruktur menilai pengalaman belajar langsung di dunia industri memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dibandingkan pembelajaran berbasis teori semata.
Selain penguasaan kompetensi teknis, peserta juga mendapatkan pengalaman mengenai budaya kerja industri yang menekankan kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, komunikasi efektif, serta kemampuan bekerja dalam tim. Bekal tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pelatihan yang diberikan kepada masyarakat melalui program-program LKP.
Koordinator peserta magang, A. Shafi Ali Akbar, M.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi para instruktur dalam memahami perkembangan teknologi terbaru, kebutuhan kompetensi dunia kerja, serta standar pelayanan yang diterapkan di industri otomotif.

Melalui program yang difasilitasi BOE Malang ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara LKP dan dunia industri sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Program Magang Industri di Bengkel Mobil Bunul menjadi wujud nyata kolaborasi antara BOE Malang, LKP, dan dunia industri dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pembelajaran yang aplikatif, relevan, dan berkelanjutan.
(sin)














