Nomor Urut 1, Cak Thoriq dan Ning Fika Siap Wujudkan Lumajang sebagai Smart Region Berbasis Ekonomi Baru

  • Bagikan

Lumajang | mmc.co.id

Usai acara pengundian dan penetapan nomor urut pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lumajang pengundian dan penetapan nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati di gedung Rock Convention Center (RCC) di Jalan Lintas Timur Lumajang, Cak Thoriq dan Ning Fika yang mendapatkan nomor urut 1 menyempatkan diri untuk berbicara dengan media.

Dalam keterangannya, Cak Thoriq menjelaskan bahwa program-program yang ditawarkan mereka banyak yang sejalan, meski ada perbedaan. Ia menekankan pentingnya program lokal seperti Program Keluarga Harapan (PKH) yang sudah dijalankan, serta rencana melanjutkan digitalisasi dan elektronifikasi.

“Digitalisasi pajak, elektronifikasi pajak pasir, itu kita punya. Kita berkeinginan untuk ke depan mulai menata kota karena kota harus ditata,” ujar Cak Thoriq. Ia juga menekankan bahwa prioritas pembangunan sebelumnya berbasis wilayah, namun ke depan, kota harus lebih ditata dengan rencana pertumbuhan ekonomi dari kota-kota baru yang potensial.

Menurut Cak Thoriq, beberapa kecamatan seperti Pasirian, Tempeh, dan Senduro memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi baru yang dapat menopang wilayah sekitarnya. Ia juga menyoroti pencapaian penting terkait pajak pasir yang mencapai 22 miliar rupiah di tahun 2023, meski program pengelolaan stok pasir terpadu baru berjalan setengah tahun. “Bayangkan jika dimulai dari awal tahun, bisa lebih besar lagi,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Cak Thoriq juga membahas prospek APBD Lumajang tahun 2025 hingga 2030. Ia optimis bahwa dengan potensi pajak daerah yang ada, APBD Lumajang bisa mencapai 2,2 hingga 2,25 triliun di tahun 2025. Salah satu potensi yang dijabarkannya adalah pajak kendaraan bermotor yang diharapkan menyumbang hingga 53 miliar, serta optimalisasi pajak pasir yang diperkirakan mencapai 35 hingga 37 miliar.

Sektor pariwisata juga menjadi perhatian, khususnya terkait destinasi wisata Pronojiwo yang banyak dikunjungi wisatawan. Namun, ia menyesalkan bahwa sebagian wisatawan lebih memilih menginap di Malang daripada Lumajang. Cak Thoriq berpendapat bahwa dengan tumbuhnya sektor jasa, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lumajang akan meningkat signifikan.

Ke depan, salah satu fokus program mereka adalah membangun sistem Smart Region yang akan menghubungkan seluruh CCTV di Lumajang ke dalam satu pusat komando atau command center. “Program ini akan memonitor aktivitas harian, baik pagi, siang, maupun malam hari,” jelas Cak Thoriq. Menurutnya, Lumajang tidak bisa disamakan dengan kota besar seperti Surabaya atau Bandung dalam hal akses jaringan, namun dengan konsep Smart Region, Lumajang akan mampu mengatasi tantangan infrastruktur dan konektivitas di wilayah-wilayah terpencil.

Dengan optimisme yang tinggi, pasangan Cak Thoriq dan Ning Fika menegaskan komitmen mereka untuk membawa Lumajang menjadi daerah yang lebih maju dan berdaya saing dimasa depan.

(sin)

Penulis: sinEditor: Biro
  • Bagikan