Banyuwangi, Mmc.co.id – 14 Juni 2026 – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam memacu roda perekonomian masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Langkah strategis ini direalisasikan lewat program pengembangan UMKM Kopi Papring dengan memberikan dukungan penuh kepada Kelompok Masyarakat (Pokmas) Jemparing Wangi di Lingkungan Kalipuro, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Program ini difokuskan untuk mendongkrak mutu produk, kapasitas usaha, serta daya saing komoditas kopi lokal di pasar yang lebih luas.
General Manager PLN UIP JBTB, Hendro Prasetyawan, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kontribusi aktif PLN dalam menyokong pertumbuhan ekonomi inklusif berbasis potensi unggulan daerah. Langkah ini juga sejalan dengan komitmen global dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 8, yaitu terkait penyediaan Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
“PLN berkomitmen tidak hanya menghadirkan pasokan listrik yang andal bagi negeri, tetapi juga ikut andil memicu kemandirian fiskal masyarakat melalui program pemberdayaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Kami optimis pengembangan Kopi Papring ini dapat membuka peluang usaha baru yang prospektif, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banyuwangi secara jangka panjang,” ujar Hendro.
Pada implementasi tahun 2026 ini, PLN UIP JBTB menyalurkan bantuan berupa program peningkatan mutu produk “Kopi Ca Kanca”, pelaksanaan pelatihan barista komprehensif, serta penyerahan satu unit gerobak kopi motor untuk mendukung inovasi pemasaran kopi keliling. Stimulus ini merupakan kelanjutan dari bantuan TJSL tahun 2024 silam, di mana saat itu PLN telah memfasilitasi pengadaan kendaraan roda tiga untuk operasional pemasaran, sertifikasi halal produk, serta pelatihan dasar penyajian kopi.
Guna mempertajam kompetensi sumber daya manusia (SDM) setempat, PLN UIP JBTB menyelenggarakan Pelatihan Kopi dan Barista secara bertahap pada tanggal 9 Juni, 10–12 Juni, serta 13–14 Juni 2026 di kawasan Papring, Kalipuro. Melalui pelatihan intensif tersebut, para peserta dibekali keterampilan teknis mulai dari pengolahan biji kopi pasca-panen, teknik penyeduhan (brewing), manajemen pelayanan pelanggan (customer service), hingga tata kelola usaha kopi yang profesional.
Ketua Pokmas Jemparing Wangi, Widie Nurmahmudy, menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi dan perhatian berkelanjutan yang diberikan oleh PLN UIP JBTB.
“Program yang dihadirkan oleh PLN bukan sekadar bantuan sarana fisik, melainkan sebuah investasi pengetahuan dan keterampilan yang sangat berharga bagi warga kami. Lewat pelatihan barista, standardisasi mutu Kopi Ca Kanca, dan bantuan gerobak kopi keliling ini, kami semakin percaya diri untuk memajukan komoditas lokal. Kami berharap Kopi Papring tidak hanya dikenal sebagai identitas kuat dari Kalipuro, melainkan mampu menjadi sumber penghasilan utama yang berkelanjutan serta mampu menularkan peluang usaha baru bagi desa-desa di sekitarnya,” tutur Widie.
Lebih jauh, pengembangan program pada tahun 2026 ini juga sengaja diintegrasikan untuk memperluas cakupan manfaat ekonomi hingga ke wilayah tetangga, termasuk Desa Secang, Kecamatan Kalipuro. Dengan semakin banyaknya elemen masyarakat yang terlibat aktif dalam ekosistem rantai usaha kopi lokal, diharapkan akselerasi pertumbuhan ekonomi berbasis potensi daerah dapat terwujud secara nyata, mandiri, dan berdaya saing tinggi. (@dex)














