LUMAJANG | MMC.co.id
Pemerintah Kabupaten Lumajang menjamin ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H dalam kondisi aman dan terkendali. Langkah strategis ini diambil guna menjaga stabilitas harga serta memastikan kenyamanan masyarakat selama menjalankan ibadah di bulan Ramadan hingga Lebaran.
Intervensi Harga Melalui Pasar Ramadan
Sebagai langkah konkret, Pemkab Lumajang menggelar Pasar Ramadan di kawasan timur Alun-Alun Lumajang selama enam hari, mulai 2 hingga 7 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan memutus rantai distribusi yang panjang sehingga masyarakat bisa mendapatkan harga di bawah pasar.
Beberapa komoditas yang tersedia antara lain:
- Beras: Rp55.000/5kg (asumsi kemasan standar)
-
Telur Ayam: Rp29.000/kg
-
Gula Pasir: Rp15.500/kg
-
Minyak Goreng: Rp14.500/liter
“Stok aman, yang ingin kita stabilkan adalah harganya. Operasi pasar dan Pasar Ramadan akan terus kita gencarkan agar masyarakat tetap bisa berbelanja dengan tenang,” ujar Bupati Lumajang, Indah Amperawati, Selasa (2/3/2026).
>
Strategi Pengendalian Inflasi
Bupati menjelaskan bahwa pemantauan distribusi komoditas utama seperti beras, gula, telur, hingga cabai dilakukan secara intensif di tingkat distributor maupun pasar rakyat. Strategi pengendalian inflasi ini dijalankan melalui kolaborasi dengan berbagai asosiasi dan produsen.
Selain Pasar Ramadan, Pemkab juga melakukan:
- Operasi Pasar Terpadu: Digelar di sejumlah titik untuk memperluas jangkauan intervensi harga.
-
Pengawasan Distribusi: Memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah guna mencegah praktik penimbunan atau spekulasi harga oleh pihak tidak bertanggung jawab.
-
Efisiensi Jalur Pasokan: Memastikan kelancaran pasokan dari produsen langsung ke pengecer.
Menjaga Daya Beli Masyarakat
Indah Amperawati menekankan bahwa stabilitas harga pangan merupakan faktor krusial bagi rasa aman masyarakat. Dengan harga yang terkendali, diharapkan daya beli warga tetap terjaga tanpa membebani para pelaku usaha.
“Intervensi dilakukan secara terukur agar pasar tetap sehat. Kami optimistis dengan kombinasi Pasar Ramadan dan operasi pasar berkala, potensi lonjakan harga dapat ditekan seminimal mungkin hingga Idulfitri nanti,” pungkasnya.
(sin)














