SIDOARJO|mmcnews.id
Dalam rangka memperingati hari bersih sedunia Sungai Watch bekerja sama dengan pemerintah terutama DLHK juga Forkopimka kecamatan Tulangan mengadakan kegiatan bersih bersih sungai purboyo yang berada di jalan perumtas 3 Grabagan kecamatan Tulangan Sidoarjo.(18/ sept/2026).
Upaya penyelamatan Sungai Purboyo di Desa grabagan, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo kini mendapat dukungan dari komunitas lingkungan Sungai Watch.Sungai Purboyo yang menjadi nadi irigasi bagi belasan hektar lahan pertanian di 10 desa kecamatan Tulangan ini, selama bertahun-tahun menghadapi dua masalah klasik: pendangkalan dan tumpukan sampah.
Camat Tulangan Moch.Andi.S sebelumnya mengakui sungai yang berada di sepanjang jalan perum Tas 3 Popoh dan Grabagan itu sempat dipenuhi sampah dari pepohonan dan sampah plastik,juga sampah lain hingga harus dilakukan normalisasi. Pihak desa bahkan berencana membuat filter sampah atau sekat di batas desa untuk menghalau sampah terutama plastik.
Kondisi inilah yang membuat kolaborasi antara DLHK Sidoarjo dan Sungai Watch untuk mengatasi hasil dari pemnersihan sungai tersebut..
“Sungai Watch sangat membantu kami. Program pembersihan sungai tidak hanya mengangkut sampah, tapi juga memilah dan edukasi,” ujar Andi
Founder Sungai Watch, Head Region of Java Yudi Susanto, menyatakan pihaknya mulai aktif di Sidoarjo sejak Desember 2024. Saat ini, 23 titik jaring sampah dari pipa PVC yang mengapung telah terpasang di 24 kecamatan di Sidoarjo, termasuk di aliran yang terhubung dengan Sungai Purboyo.
“Tim kami 18 orang bekerja setiap hari membersihkan sampah dari daratt ke sungai.dari sungai agar tidak mengalir ke laut,juga selalu melakukan patroli setiap aliran sungai yang perlu di bersihkan.” Terang yudi.
Warga Desa sekitar berharap, dengan adanya jaring Sungai Watch plus normalisasi dari Pemkab Sidoarjo, Sungai Purboyo tidak lagi menjadi tempat sampah, melainkan kembali berfungsi optimal untuk pengairan sawah dan mencegah banjir.
“Kuncinya budaya masyarakat. Kalau sampah masih dilempar sembarangan ke sungai, kerja pemerintah tidak ada artinya,” tegas eko purnomo tokoh masyarakat.
(sis)














