Komitmen Kalapas Kelas IIB Lumajang: Pastikan Anak Bangsa Tetap Sekolah, Bukan di Jalanan

LUMAJANG | MMC.co.id

Pemandangan menyejukkan hati terlihat di halaman Masjid Agung Lumajang usai pelaksanaan salat Jumat. Di tengah hiruk-pikuk jamaah yang membubarkan diri, perhatian publik tertuju pada sosok pria berpakaian setelan putih bersih lengkap dengan peci senada yang menunjukkan aksi kepeduliannya terhadap sesama.

Pria yang belakangan diketahui sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Lumajang, Agus Salim, tampak menghampiri dua anak kecil yang tengah membawa gelas plastik berisi uang receh hasil pemberian jamaah.

Bukannya menjauh, Agus Salim justru memanggil kedua anak tersebut untuk berdialog. Dengan penuh kasih sayang, ia terlihat mengelus kepala anak-anak tersebut sembari memberikan motivasi agar mereka tetap semangat bersekolah. Tak hanya sekadar kata-kata, ia juga merogoh kantongnya dan memberikan beberapa lembar uang rupiah kepada anak-anak tersebut untuk membantu kebutuhan mereka.

“Kasihan, mereka ini calon masa depan kita. Kalau tidak kita didik dan bina sekarang, mau jadi apa nanti? Kita harus memfasilitasi mereka agar tetap sekolah,” ujar Agus Salim saat dikonfirmasi media di lokasi.

Dalam percakapan tersebut, diketahui bahwa anak-anak itu merupakan kakak-beradik yang masih duduk di bangku kelas 3 dan 5 SD. Mirisnya, mereka harus turun ke jalan karena faktor ekonomi keluarga setelah ditinggal wafat oleh ibu mereka.

Kehadiran beberapa ibu yang mendampingi anak-anak tersebut menjelaskan bahwa mereka berasal dari daerah Pasirian (Bades) dan Tempe. Agus Salim menegaskan bahwa ini bukan kali pertama pihaknya menaruh perhatian pada hal seperti ini. Sebelumnya, ia juga telah mengamankan dan membantu anak jalanan lain dengan memberikan fasilitas gerobak jualan untuk orang tuanya.

“Agenda kita selanjutnya adalah mengecek langsung ke rumah mereka. Saya ingin memastikan mereka tetap sekolah dan tidak lagi di jalanan untuk meminta-minta,” tegas Kalapas yang dikenal religius ini.

Aksi spontan di hari Jumat berkah ini mendapat apresiasi dari para jamaah yang melintas. Agus Salim berharap langkah kecil ini bisa menjadi pemantik bagi pihak lain untuk lebih peduli terhadap nasib anak-anak yang terpaksa kehilangan masa bermainnya demi membantu ekonomi keluarga.

(sin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *