BANGKALAN, MMC.CO.ID- 18 Mei 2026 – Menyambut momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) terus menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga dan meningkatkan keandalan sistem ketenagalistrikan di Pulau Madura. Langkah strategis ini diawali dengan menggelar Sosialisasi Awal Rencana Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan Jalur Transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Batu Marmar – Bangkalan.
Kegiatan sosialisasi awal ini dihadiri oleh jajaran manajemen PLN UIP JBTB, perwakilan Pemerintah Kabupaten Bangkalan, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, serta warga pemilik lahan yang berada di jalur rencana pembangunan. Langkah preventif dan persuasif ini sengaja dilakukan lebih awal untuk menyamakan persepsi, memberikan transparansi informasi, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat demi kelancaran proyek strategis nasional ini.
General Manager PLN UIP JBTB, Hendro Prasetyawan, menyampaikan bahwa kebutuhan konsumsi listrik di Pulau Madura terus mengalami pertumbuhan yang signifikan, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan seperti Idul Adha, di mana aktivitas masyarakat dan sektor UMKM meningkat tajam. Pembangunan SUTT 150 kV Batu Marmarar – Bangkalan menjadi solusi jangka panjang yang sangat krusial.
“Momentum Idul Adha selalu menjadi pengingat bagi kami untuk memberikan pelayanan terbaik dan pengorbanan yang tulus dalam menerangi negeri. Melalui sosialisasi awal SUTT 150 kV Batu Marmar – Bangkalan ini, kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang utuh mengenai pentingnya infrastruktur ini. Jalur transmisi ini nantinya akan memperkuat keandalan pasokan listrik, memitigasi risiko gangguan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Madura, khususnya di wilayah Bangkalan dan Pamekasan,” ujar Hendro Prasetyawan.
Proyek pembangunan SUTT 150 kV ini merupakan bagian dari rencana interkoneksi sistem kelistrikan yang akan menghubungkan Gardu Induk (GI) Bangkalan dengan rencana GI Batu Marmar. Kehadiran sirkuit baru ini diharapkan dapat membagi beban transmisi eksisting, sehingga jika terjadi pemeliharaan atau gangguan di salah satu jalur, pasokan listrik ke pelanggan tetap terjaga dan andal tanpa kedip.
Dalam proses perencanaan ini, PLN UIP JBTB juga memastikan seluruh tahapan dilaksanakan dengan mematuhi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta regulasi yang berlaku. Sinergi dengan instansi pemerintah, Kejaksaan Negeri/Tinggi, dan TNI/Polri juga terus diperkuat untuk mengawal transparansi pengadaan tanah serta hak-hak masyarakat yang terdampak sesuai ketentuan hukum.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan awal yang luar biasa dari Pemerintah Daerah, jajaran Forkopimda, serta tokoh masyarakat di Bangkalan. Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini tidak akan berjalan optimal tanpa adanya Creating Shared Value (CSV) atau nilai bersama yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami berkomitmen untuk terus mendampingi warga, tidak hanya dalam pembangunan fisik, namun juga melalui program-program TJSL yang menyentuh sektor pemberdayaan ekonomi dan lingkungan di sekitar jalur transmisi,” tambah Hendro.
Melalui sosialisasi yang inklusif ini, PLN berharap proses identifikasi awal, pengukuran, hingga pembebasan lahan jalur transmisi dapat berjalan kondusif dan tepat waktu. Dengan keandalan listrik yang semakin prima, momentum perayaan Idul Adha di Madura diharapkan dapat berlangsung dengan penuh khidmat, terang, dan membawa berkah bagi seluruh lapisan masyarakat. (@dex)














