LUMAJANG|MMC.co.id
Harapan warga kawasan Lumajang Utara untuk terbebas dari ancaman kekeringan kini mulai menemui titik terang. Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum merespons cepat inisiasi Pemerintah Kabupaten Lumajang dengan merealisasikan proyek Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Lumajang Wilayah Utara.

Berdasarkan data LPSE Kementerian PU, proyek strategis bernilai penawaran Rp49,65 miliar dari pagu APBN 2026 sebesar Rp60 miliar ini dikerjakan oleh kontraktor PT Kartika Ekayasa di bawah naungan Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya Wilayah II Provinsi Jawa Timur. Proyek ini mengandalkan potensi melimpah dari Sumber Mrutu yang terletak di Desa Pandansari, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang sebagai sumber air baku utama.
Pemasangan Pipa HDPE 40 cm dan Penanganan Lingkungan
Pantauan di lapangan menunjukkan akselerasi pengerjaan yang intensif. Para pekerja terlihat sibuk menyambung pipa transmisi HDPE berdiameter 40 cm menggunakan mesin pemanas khusus (butt fusion). Pipa berukuran besar ini merupakan saluran utama yang disiapkan untuk mengalirkan pasokan air bersih menuju daerah-daerah terdampak krisis air di wilayah utara.
Tak hanya berfokus pada pekerjaan fisik teknis, pihak pelaksana juga memperhatikan kenyamanan lingkungan sekitar. Sejumlah pekerja terlihat sigap membersihkan sisa debu galian tanah yang mengering di jalan desa agar tidak menimbulkan polusi udara yang mengganggu pernapasan warga mapun pengendara jalan. Selain itu, petugas penunjuk jalan (flagman) berseragam APD disiagakan di area masuk pemukiman, seperti kawasan Desa Krasak, guna menjaga keselamatan serta kelancaran lalu lintas.

Komitmen Pelaksana dan Apresiasi Warga
Penyedia Jasa (PJ) sekaligus Penanggung Jawab Proyek, Daud Gutagalung, menegaskan komitmennya untuk memastikan proyek ini berjalan sesuai spesifikasi teknis dan standar K3 yang ketat.
“Pengerjaan di lapangan kami lakukan secara terukur dan teliti, mulai dari penyambungan pipa utama HDPE 40 cm hingga pembersihan bekas lokasi galian tanah di jalan. Komitmen kami adalah menyelesaikan proyek tepat waktu, tepat mutu, serta meminimalisasi potensi polusi dan gangguan aktivitas harian warga,” terang Daud Gutagalung saat dikonfirmasi media.
Langkah ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi tinggi dari masyarakat setempat. Warga mengapresiasi sinergi Pemkab Lumajang dan Pemerintah Pusat yang tanggap terhadap persoalan mendasar di daerah mereka. Kehadiran proyek SPAM ini diyakini akan menjadi solusi permanen bagi kebutuhan air bersih di Lumajang Wilayah Utara secara berkelanjutan.
(sin)













