Lumajang | mmc.co.id
Kontingen Kecamatan Lumajang kembali menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Madrasah Ibtidaiyah (Porseni MI) tingkat Kabupaten Lumajang yang digelar di Kecamatan Kunir pada Rabu (21/05/2025). Seperti pada gelaran sebelumnya, Kecamatan Lumajang berhasil mempertahankan posisi sebagai juara umum.
Ketua Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Kecamatan Lumajang, Ustadzah Dina Wahyuning Prastiwi, S.Pd.I., menyampaikan rasa syukur atas capaian ini. Meski jumlah medali emas yang diraih mengalami penurunan dibandingkan dua tahun lalu, semangat evaluasi tetap dikedepankan.
“Alhamdulillah, Thropy Juara Umum Porseni MI bisa kita pertahankan. Memang jika dibandingkan dengan perolehan dua tahun lalu, medali emas turun dari 11 menjadi 9, dan ini tentu menjadi bahan evaluasi ke depan,” ujarnya.
Dalam wawancara lebih lanjut, Ustadzah Dina, yang juga menjabat sebagai Kepala MI Nurul Islam, menjelaskan bahwa persaingan antar kecamatan tahun ini berlangsung lebih ketat dan merata. Hal ini berdampak pada penyebaran medali yang lebih luas antar kontingen.
“Beberapa cabang, seperti melukis, menjadi penentu tambahan medali di akhir. Namun sayangnya, ada cabang seperti Pidato Bahasa Indonesia yang tahun ini tidak menyumbang medali, berbeda dari tahun lalu,” tambahnya.
Ia juga menyoroti beberapa kendala yang dihadapi, seperti terbatasnya waktu latihan dan adanya pergantian pembina karena alasan keluarga, yang turut memengaruhi performa siswa. Meski begitu, lima siswa dari Kecamatan Lumajang berhasil lolos ke tingkat provinsi, dengan target minimal masuk tiga besar.
“Satu atlet bahkan sudah menunjukkan konsistensi sejak kelas 1 dan kini semakin matang. Ini menjadi harapan besar bagi kami di level provinsi,” jelasnya.
Ustadzah Dina berharap agar pemerintah kecamatan dan kabupaten bisa memberikan dukungan lebih, terutama dalam hal pembinaan dan pembiayaan, mengingat di tingkat provinsi para atlet tidak lagi mewakili lembaga, tetapi membawa nama Kabupaten Lumajang.
Menutup keterangannya, ia berpesan kepada seluruh pembina dan atlet untuk tetap rendah hati dan terus meningkatkan semangat latihan. “Prestasi adalah hasil dari kerja keras, doa, dan dukungan semua pihak,” pungkasnya.
(sin)














