Meriah dan Penuh Makna, Petik Laut Kalibuntu 2025 Jadi Festival Budaya 20 Hari Nonstop

Probolinggo | mmc.co.id

Festival Budaya dan Seni Petik Laut di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, kembali digelar dengan kemeriahan yang lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Digelar selama 20 hari penuh, sejak 23 Juni hingga 12 Juli 2025, puncak acara berlangsung hari ini, Rabu (9/7), dengan prosesi larung sesaji ke tengah laut sebagai simbol rasa syukur dan penghormatan terhadap alam.

Pelepasan larung sesaji dilakukan menggunakan perahu khusus yang membawa berbagai hasil bumi. Tradisi ini sarat makna: ungkapan syukur, permohonan keselamatan, harapan rezeki melimpah, serta sebagai bentuk solidaritas sosial dan pelestarian budaya pesisir.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Probolinggo, Gus dr. Mohammad Haris, didampingi Wakil Bupati Ra Fahmi AHZ, sejumlah kepala OPD, serta tokoh-tokoh penting lainnya seperti anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Hasan Irsyad dan HB Mahdi, Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Oka Mahendra Jati Kusuma, serta Wakil Ketua DPRD M. Zubaidi. Forkopimka Kraksaan, Ketua Pabdesi Kabupaten Probolinggo Supriyanto, juga para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Kraksaan turut meramaikan kegiatan ini.

Kepala Desa Kalibuntu, Khoirul Anam, menyampaikan rasa syukurnya karena festival tahun ini berlangsung jauh lebih meriah dan sesuai harapan masyarakat.

“Alhamdulillah, tahun 2025 ini festival petik laut berjalan lebih sempurna. Masyarakat kami mayoritas nelayan, dan ini adalah wujud syukur serta doa bersama agar selalu diberi keselamatan dan rezeki melimpah,” ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai program kesejahteraan telah digalakkan, baik dari pemerintah desa, kabupaten, maupun provinsi, dengan fokus pada penguatan sarana dan prasarana untuk nelayan.

“Kami berkomitmen mensejahterakan masyarakat, khususnya nelayan. Program-program kami terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan pusat,” tambahnya.

Camat Kraksaan, Puja Kurniawan, S.SPT, M.Si., turut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia menjelaskan bahwa festival ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah desa dan panitia, dan menjadi bagian dari 100 event wisata unggulan Kabupaten Probolinggo.

“Petik laut ini bukan sekadar tradisi, tapi juga bentuk syukur atas hasil laut yang meningkat dari tahun 2024 ke 2025. Kami juga telah mengusulkan acara ini ke Disporapar agar masuk kalender wisata daerah,” ungkapnya.

Puja berharap kegiatan ini terus dilestarikan dan membawa manfaat berkelanjutan bagi masyarakat nelayan, sekaligus memperkuat tali silaturahmi dan daya tarik wisata di wilayah pesisir Probolinggo.

Dengan semangat kebersamaan, keberagaman budaya, dan kekayaan laut, Festival Petik Laut Kalibuntu 2025 menjadi momentum penting yang bukan hanya meriah, tetapi juga penuh makna bagi masyarakat pesisir Probolinggo.

(roni)

 

Editor: Biro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *