Banyuwangi -Polresta Banyuwangi per 27 Maret 2026 berfokus pada pengamanan puncak arus balik Lebaran 2026, dengan menyiagakan 16 titik penyangga di kawasan Ketapang untuk mengantisipasi kepadatan. Langkah ini seiring dengan berakhirnya Operasi Ketupat 2026 guna memastikan situasi kondusif. Sebelumnya, Polresta juga aktif melakukan pemusnahan barang bukti hasil Ops Pekat Semeru.
Guna antisipasi dan pengamanan Arus Balik Kapolresta Banyuwangi siaga menghadapi puncak arus balik telah siaga mulai tanggal 24 Maret 2026 (diprediksi puncak arus balik mulai 28 maret 2026 hingga 29 Maret 2026)
Dengan memfungsikan 16 titik penyangga di kawasan Ketapang untuk antisipasi mengurai memecah kemacetan jika terjadi, terutama dari kendaraan roda dua dan empat.
Untuk memastikan Keamanan Pelabuhan Ketapan Pihak kepolisian melakukan pemantauan ketat di ASDP Ketapang untuk memastikan kelancaran arus balik. Juga tidak luput memantau jalur yang dari dalam kota maupun jalur yang dari arah luar kota yang mengarah ke pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi
Dalam keterangannya, Kombes Pol Rofiq juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan empat variabel utama guna menjamin keselamatan selama perjalanan:
- Jangan memaksakan diri jika lelah, segera beristirahat.
-
Pastikan kendaraan dalam status layak jalan untuk jarak jauh.
-
Aktif memantau kanal informasi yang telah disediakan petugas.
-
Senantiasa waspada terhadap kondisi alam dan tetap berdoa memohon keselamatan.
“Kelancaran arus balik ini tidak hanya bergantung pada pengamanan kepolisian, tetapi juga butuh kedewasaan dan perencanaan yang matang dari masyarakat. Kami berterima kasih kepada seluruh jajaran Prokopimda, TNI, ASDP, Basarnas, serta seluruh organisasi kemasyarakatan yang terlibat langsung di lapangan. Sinergi ini adalah kunci agar perjalanan masyarakat tetap aman, lancar, dan kondusif,” pungkasnya.














