Warga Sulut Di Kamboja 31 Orang Korban Trafficking, 8 Diantaranya Warga Bitung. Ketua KSPSI Sineri, berharap Pemerintah Dapat Membantu Biaya Pulang.

Sulut- Transisinews.Com. Ketua Dewan Pimpinan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh indonesia Provinsi Sulawesi Utara ( KSPSI) Djohns P Sineri, memohon Kepada Pemerintah Presiden RI Prabowo Subianto Dan Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, SE, Dan Walikota Bitung Hengky Honandar

Agar dapat Membantu atas Pemulangan terhadap tenaga kerjaan Kurang Lebih 31 Orang dan Didalamnya Ada Delapan (8) orang Warga Kota Bitung

Kepedulian terhadap 31 Warga Sulawesi Utara (Sulut) Tenaga Kerja Online menjadi Korban Trafficking Perdagangan Manusia internasional, saat ini Mereka Berada Di KBRI Kamboja.” Ucap Djohns

Sembari Djohns Menegaskan, kepada Pemerintah agar dapat mengupayakan membantu dan Menghandle Biaya atas Kepulangan Terhadap Warga Sulawesi Utara 31 orang, dan untuk kota Bitung Sendiri ada 8 orang.

Upaya tersebut apakah bisa melewati Kedutan KBRI Yang Ada Di Kamboja, atau Seperti apa Upaya Pihak Pemerintah untuk kepulangan mereka

Sekali lagi Kami Mengharapkan Kepedulian pemerintah tersebut segera memulangkan 31 orang yang dijadikan Korban, dan kami tau sendri bahwa mereka disiksa, Dipukul, Disetrum dan Upah mereka Pun tidak di bayar dan hanya sampai dijanji – janji, Ucap Djohns

“untuk para pihak yang memberangkatkan tenaga kerja tersebut harus ada tindakan Tegas Sebagai mana diatur oleh peraturan perundang undangan yang berlaku di NKRI, demikian di harapkan Pemerintah pusat pemerintah provinsi sekabupaten kota lainnya yang ada di Sulawesi Utara.

Jhon menambahkan terkait Viral Di semua Media Sosial (Medsos) Bahwa Mereka adalah salah satu Pekerja Ilegal, Itu Keliru,” sebab menurut saya itu pemberangkatan secara Legal, karena Mereka Semua Sudah Melewati prasarana atau sudah dilengkapi dalam rangka pencegahan pengiriman tenaga kerja Indonesia keluar negeri secara ilegal. ”

Tetapi menurut saya penyalurannya yang secara ilegal.mungkin saja tidak ada order dari Kamboja atau negara negara lainnya untuk tenaga Kerja Indonesia khususnya provinsi Sulawesi Utara.”tutur Djohns

Yang sudah dilakukan oleh Orang- orang yang tidak Bertanggung jawab tersebut pihaknya depertemen ketenagakerjaan Khususnya ketenagakerjaan Provinsi Kabupaten Kota harus lebih jeli meng evaluasi perusahaan -perusahan yang mengatasnamakan pengerap tenaga kerja

Karena ini lah akibat keteledoran pihak pihak yang terkait sehingga terjadi tenaga kerja yang akhirnya hanya dimanfaatkan oleh oknum – oknum tertentu, semoga ini menjadi pengalaman dari kita semua, Tegas Djohns

Skali lagi orientasi sekarang harus kita utamakan adalah bagaimana pemerintah pusat, provinsi kabupaten kota untuk membantu kepulangan para Korban kurang lebih 31 orang dan didalamnya ada 8 orang warga kota Bitung,

mewakili keluarga Korban, kami memohon dengan hormat kepada Pak Walikota dan Wakil Walikota Bitung, Hengky Honandar- Randito Maringka, agar dapat membantu Pemulangan 8 orang warga kota Bitung. Tutup Djohns

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *