Lumajang | mmc.co.id
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lumajang sukses menggelar debat publik kedua Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lumajang tahun 2024 di Gedung Rock Convention Center, Jalan Lintas Timur Lumajang, Selasa malam. Debat ini mempertemukan dua pasangan calon (paslon), yaitu paslon nomor urut 1, Thoriqul Haq dan Lucita Izza Rafika, serta paslon nomor urut 2, Indah Amperawati dan Yudha Adji Kusuma, (19/11)
Ketua KPU Kabupaten Lumajang, Henariza Febriatmadja, dalam sambutannya menegaskan bahwa debat publik ini adalah ajang penting bagi kedua paslon untuk memaparkan visi, misi, dan program mereka secara mendalam. Tema debat kali ini adalah “Strategi dan Industrialisasi Peningkatan Ketahanan Pangan, Pelayanan Publik, dan Tata Kelola Birokrasi di Kabupaten Lumajang”. Acara ini disiarkan langsung oleh JTV serta radio Gloria dan Suara Semeru, memungkinkan masyarakat luas untuk mengikuti jalannya debat.
“Kami berharap debat publik ini menjadi sarana edukasi bagi pemilih untuk membuat keputusan yang tepat dan bijaksana. Terima kasih kepada kedua tim paslon atas komitmen mereka dalam mengikuti proses ini secara damai dan demokratis,” ujar Febri.
Debat dibuka dengan penyampaian program masing-masing paslon. Paslon nomor urut 1, Thoriqul Haq dan Lucita Izza Rafika, mencuri perhatian dengan visi dan program-program mereka yang dianggap komprehensif. Program unggulan mereka, seperti kartu pupuk untuk petani, mendapat sorotan karena dinilai dapat mempermudah akses petani terhadap pupuk, terutama mereka yang belum paham teknologi digital.
“Kartu pupuk ini akan menjadi solusi bagi petani untuk mendapatkan pupuk sesuai haknya dengan lebih mudah,” jelas Thoriqul Haq kepada media usai debat.
Lucita Izza Rafika (Ning Fika) juga tampil percaya diri, menunjukkan kecerdasan dalam menjawab pertanyaan dari panelis maupun paslon nomor urut 2. Dalam beberapa momen, paslon nomor 1 tampak lebih unggul dalam menyampaikan solusi konkret terhadap berbagai isu.
Debat berlangsung dengan semarak, diwarnai tepuk tangan dan sorakan pendukung kedua paslon. Meski sempat memanas, suasana tetap kondusif seperti pada debat pertama. Ketua KPU, Henariza Febriatmadja, mengapresiasi semangat yang ditunjukkan kedua paslon dan berharap agar proses ini terus menjadi contoh demokrasi yang sehat di Kabupaten Lumajang.
Dengan pelaksanaan debat publik kedua ini, masyarakat diharapkan dapat semakin memahami gagasan dan visi para calon pemimpin mereka, untuk menentukan pilihan yang terbaik pada hari pemungutan suara mendatang.
(sin)














